Kasus Dugaan Keracunan Pangan, Pemkab Pasaman Tetapkan KLB

"Bupati minta kepada Dinas Kesehatan agar siaga untuk menangani kasus ini secara cepat"
Bupati Yusuf Lubis membezuk korban dugaan keracunan di RSUD Lubuk Sikaping. (KLIKPOSITIF/Yulisman)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, Sumbar menetapkan kasus dugaan keracunan makanan dan minuman terhadap CPNS setempat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

KLB ditetapkan malam ini oleh Bupati Pasaman, Yusuf Lubis. "Ya benar, malam ini ditetapkan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa. Segala administrasinya akan disiapkan malam ini untuk ditandatangani oleh bapak bupati," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman pada KLIKPOSITIF, Kamis malam.

Menurut Amdarisman, salah satu syarat penetapan KLB adalah lebih dari 10 orang korban dalam peristiwa yang sama dan lokasi yang sama. Hingga malam ini, total korban dugaan keracunan makanan dan minuman telah berjumlah 39 orang.

"Dari jumlah tersebut 17 orang dirawat di RSUD dan satu orang di puskesmas. Saat ini satu orang pasien dari Kecamatan Bonjol juga menuju RSUD," sebut Amdarisman.

Kemudian, dengan dikeluarkannya status KLB maka kasus ini akan menjadi perhatian pemerintah provinsi dan nasional. Kemudian pihaknya juga telah mebentuk tim untuk penanganan korban secara cepat.

Pantauan KLIKPOSITIF, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis malam ini kembali mengunjungi sejumlah pasien untuk memastikan kondisi kesehatan pasien dugaan keracunan yang dirawat di rumah sakit.

"Kita minta kepada Dinas Kesehatan agar siaga untuk menangani kasus ini secara cepat. Pastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan baik dari paraa medis," ujar Yusuf Lubis.

[Man St Pambangun]