Kasus Keracunan, Dinkes Pasaman Kirim Sampel ke BPOM Padang

" Hasil pemeriksaan labor akan keluar nantinya sekitar dua atau tiga minggu ke depan"
Korban dirawat di IGD RSUD Lubuk Sikaping Pasaman (KLIKPOSITIF/Yulisman)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Pasaman telah mengirim beberapa sampel yang diduga jadi sumber kasus keracunan 39 CPNS Pasaman ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Sumatera Barat di Padang, Kamis 12 April 2018 sekitar pukul 9.00 WIB tadi.

"Sampel makanan yang kita kirim ke BPOM Padang berupa muntah dari korban dugaan keracunan, bekas makanan pecal lele, serta cabe yang digunakan untuk membuat pecal lele," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Kamis malam.

Menurut Amdarisman, hasil pemeriksaan labor akan keluar nantinya sekitar dua atau tiga minggu ke depan.

Menurutnya, saat ini yang paling utama adalah memberikan pelayanan medis kepada seluruh korban dugaan keracunan dan pihaknya masih tetap siaga di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF, jumlah peserta Diklat Prajabatan golongan dua dan tiga angkatan satu ini berjumlah 80 orang.

Mereka ditempatkan di dua penginapan, yakni Hotel Hamco dan Wisma Murni Lubuk Sikaping. Peserta yang diduga keracunan tersebut hingga saat ini sebanyak 39 orang yang berasal dari kedua penginapan tersebut.

Korban merupakan CPNS dari dokter, bidan dan penyuluh pertanian. Dan tidak tertutup kemungkinan ada korban keracunan lainnya. Sebab, mayoritas peserta mengkonsumsi makanan pecal lele tersebut pada Rabu malam.

Panitia sudah menutup secara resmi Diklat Prajabatan tersebut tadi sore dan seluruh peserta sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

[Man St Pambangun]