Warga dan Kemenag Pessel Saling Klaim Kepemilikan Tanah

"Kemenag sebut itu tanah Kemenag, sedangkan warga sebut tanah kaum"
Lokasi yang menjadi pertikaian antara Kemenag dan warga (Istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Tanah milik negara atas kepemilikan Kementerian Agama (Kemenag) RI di Nagari Kapuh Utara, Kecamatan XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan digunakan warga setempat untuk mendirikan bangunan tempat tinggal mereka.

Data yang dihimpun KLIKPOSITIF, tanah milik Kemenag tersebut tertuang dalam surat tanah berupa sertifikat dengan nomor 03.14.01.064.00003 tertanggal 1 Februari 1991 silam dengan luas lahan sekitar 7.400 meter persegi. Dan kini sudah ada di atas lahan tersebut sepetak pondasi rumah, meski sudah ada plang larangan untuk tidak boleh memasuki lokasi tersebut karena sudah menjadi milik Kemenag.

"Kami sudah mengecek dan benar di atas tanah Kemenag seluas 7.400 meter persegi itu sudah ada pondasi bangun rumah dan nama yang membangun atas nama Ujang. Sejauh ini kami belum pernah diberitahu oleh si pembangun," sebut Kepala Kantor Kemenang Pessel, Malikia di ruangannya pada KLIKPOSITIF, Kamis 12 April 2018.

Dia menjelaskan, selain kepemilikan tanah atas nama Kemenag dikuatkan dengan adanya bangunan lama seperti UPTD dan Kantor KUA, yang juga terdaftar dalam sertifikat atau akta tanah yang sah. Bahkan, karena dikhawatir akan diambil alih warga, di lokasi sudah terpasang plang pelarangan. Namun ternyata larangan itu tidak juga dihiraukan.

"Tanah milik kemenag itu sudah jelas sertifikatnya, dan kami sempat melarang Ujang membangun di sana. Tapi, dia tetap bersikeras tanah tersebut miliknya, padahal sesuai sertifikat, tidak ada masuk tanah milik Ujang," jelasnya.

Sementara itu, Ujang yang melakukan pembangunan itu mengklaim jika tanah yang merupakan milik Kemenag secara sertifikat tersebut merupakan milik kaumnya. Bahkan, tanah tersebut diklaimnya tidak pernah dihibahkan pada siapapun, apalagi beralih menjadi milik pemerintah.

"Rumah yang kami bangun itu di tanah milik kaum kami, kaum suku Caniago. Dan kami tak pernah menghibahkan ke pemerintah," jelasnya saat ... Baca halaman selanjutnya