30 Rumah di Agam Sempat Direndam Banjir pada Minggu Malam

"Titik terparah berada di Jorong Gasang Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, banjir menggenangi sebanyak 30 unit rumah warga, pada Minggu 15 April 2018 sekitar pukul 18.30 wib."
banjir menggenangi pemukiman dan menyebabkan kerusakan infrastruktur di tiga titik di Kecamatan Tanjung Mutiara dan satunya lagi di Kecamatan Palembayan. (ist)

AGAM,KLIKPOSITIF -- Tingginya intensitas hujan mengakibatkan terjadinya banjir di Kabupaten Agam, Sumbar pada Sabtu dan Minggu (14-15 April 2018).

Kalaksa BPBD Agam Lutfi didampingi Petugas Pusdalops BPBD Agam Lukman menyebutkan, banjir menggenangi pemukiman dan menyebabkan kerusakan infrastruktur di tiga titik di Kecamatan Tanjung Mutiara dan satunya lagi di Kecamatan Palembayan.

Titik terparah berada di Jorong Gasang Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, banjir menggenangi sebanyak 30 unit rumah warga, pada Minggu 15 April 2018 sekitar pukul 18.30 wib.

Lutfi menambahkan, banjir di Gasang terjadi akibat luapan parit yang tak mampu menampung debit air sehingga meluap masuk ke rumah warga.

"28 rumah sudah normal karena air sudah surut, masih ada dua rumah lagi yang terendam," jelasnya. Senin 16 April 2018.

Kata Kalak, ketinggian air berkisar 20-30 centimeter sehingga warga terpaksa dievakuasi ke rumah-rumah kerabatnya.

Masih di waktu bersamaan, banjir juga dilaporkan terjadi di Jorong Cacang Randah, Nagari Tiku Utara, Kecamatan tanjung Mutiara, banjir merendam badan jalan sehingga membuat jalan terban sepanjang 6-7 meter.

Kondisi jalan sekarang hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda 2.

Titik ketiga, terjadi di Jorong Sungai Nibung, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, banjir sempat menutupi jalan setinggi 30-40 centimeter dan juga merendam satu rumah warga sebelum surut.

Lutfi menjelaskan, dampak banjir juga ikut merusak satu jembatan dan terbannya jalan penghubung antar kampung di Jorong Tompek, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan pada hari Sabtu 14 April 2018 sekitar pukul 21.00 wib.

"Kita sangat mengharapkan kewaspadaan bagi warga yang tinggal di daerah rawan karena bencana bisa terjadi kapan saja,"pungkasnya. (Hatta Rizal)