Pembangunan Menara Masjid Raya Sumbar Jadi Temuan BPK

"Benar ada temuan dari BPK, tapi sudah ada kesepakatan untuk dikembalikan kepada pemerintah daerah"
Menara Mesjid Raya Sumbar yang Pembangunannya menjadi temuan BPK (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pembangunan Menara Masjid Raya Sumbar tidak sesuai harapan, mulai dari keterlambatan jadwal penyelesaian pekerjaan oleh kontraktor sampai temuan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Bidang Bina Mental-Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar Karimis, yang bertindak selaku Petugas Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mengakui ada temuan dari pengerjaan proyek Menara Masjid Raya Sumbar.

"Benar ada temuan dari BPK, tapi sudah ada kesepakatan untuk dikembalikan kepada pemerintah daerah," ungkap Karimis, Senin, 16 April 2018.

Dijelaskannya, temuan BPK, besi railing tangga menara (bagian dalam menara) tidak sesuai dengan kontrak sehingga pihak proyek harus mengembalikan kelebihan dari jumlah yang sudah ditotal sekitar Rp118 juta, ditambah dengan denda keterlambatan kontrak sekitar Rp460 juta.

"Itu kisaran yang harus dikeluarkan kontraktor PT Marlancho. Kisaran itu telah disampaikan BPK kepada kami, soal pembayaran nanti saat APBD perubahan langsung dilakukan pemotongan," jelas Karimis.

Menurutnya, pengerjaan pembangunan sudah selesai walaupun Provisional Hand Over ( PHO ) secara administrasi belum dilakukan. "Sesuai dengan perjanjian kontrak sudah bisa dikatakan selesai," katanya.

Kedepan, untuk memperindah menara, pihaknya telah menganggarkan sebanyak Rp1,3 Miliar. Dana sebanyak itu akan digunakan untuk taman, pencahayaan, dan perbaikan disekitar menara.

"Untuk Masjid Raya Sumbar Secara keseluruhan kami anggarkan sekitar Rp11,5 miliar, diperkirakan sekitar Rp1, 3 miliar untuk menara," ujarnya.

Dibeberkan Karimis, Menara Masjid Raya Sumbar dilengkapi dengan lip dan tangga untuk naik kepuncak. "lip sudah bisa digunakan," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]