Hadirkan Edi Cotok Cs, Sidang Perdana Kasus Pembakaran Mobil Hitay Digelar di PN Kotobaru

"Sidang yang sedianya dilakukan jam 10.00 Wib, akhirnya baru dilaksanakan sekitar jam 13.00 wib"
Suasana Sidang perdana kasus pembakaran mobil operasional Hitay di PN Kotobaru (KLIKPOSITIF)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Pengadilan Negeri (PN) Kotobaru menggelar sidang perdana kasus pembakaran mobil operasional PT. Hitay Daya Energi yang menjerat terdakwa Hendra alias kacak, Ayu Dasril Alias Ayu dan Yuzarwedi alias Edi Cotok, Selasa (17/3).

Dari pantauan KLIKPOSITIF di PN Kotobaru, ketiga terdakwa datang menggunakan mobil tahanan kejaksaan sekitar pukul 09.00 wib. Puluhan sanak kerabat dan masyarakat asal ketiga terdakwa juga berdatangan sejak pagi guna mengawal langsung sidang perdana.

Sidang yang sedianya dilakukan jam 10.00 Wib, akhirnya baru dilaksanakan sekitar jam 13.00 wib. Dalam agenda pembacaan dakwaan itu, sidang dipimpin oleh hakim ketua Devri Andri dan dua hakim anggota.

Puluhan Aparat kepolisian dari Mapolres Arosuka yang dipimpin Wakapolres Kompol El. Lase juga bersiaga di lingkungan pengadilan untuk mengamankan jalannya sidang. Sidang yang terbuka untuk umum itu memaksa polisi melakukan pemeriksaan ketat bagi pengunjung yang datang.

Dalam dakwaannya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili oleh Kasi Pidum Kejari Solok Hartono mengatakan terdakwa Hendra alias Kacak terlibat dalam aksi penggulingan mobil serta ikut membakarnya.

Sementara dua terdakwa lainnya Ayu Dasril Alias Ayu dan Yuzarwedi alias Edi Cotok didakwa berperan dalam memprovokasi atau penganjur masyarakat untuk melakukan pengrusakan dan pembakaran mobil.

Terdakwa Hendra alias Kacak dijerat dengan Pasal 187 jo 170 jo 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 12 tahun. Sementara itu terdakwa Ayu Dasril Alias Ayu dan Yuzarwedi alias Edi Cotok dijerat dengan pasal 187 jo 160 jo 170 jo 406 KUHP.

"Ini baru sidang perdana, dari persidangan tadi, kami dari JPU menerapkan pasal alternatif, semua pasal yang kita dakwakan dibuktikan nanti dalam persidangan, berdasarkan fakta persidangan nanti itulah pasal yang kita tuntut," sebut Hartono.

Sementara itu, Penasehat hukum ketiga ... Baca halaman selanjutnya