Waspada Harimau di Palupuah, Ini Imbauan BKSDA

"BKSDA masih melakukan patroli, pasang perangkap dan pasang kamera trap"
Perangkap harimau yang dipasang BKSDA (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

 AGAM,KLIKPOSITIF -- Para peladang yang biasa menggarap lahan di sekitaran hutan Palupuah, Agam-Sumbar, terutama di Nagari Koto Rantang diminta tetap waspada dengan keberadaan harimau lainnya yang diduga masih berkeliaran.

Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dari BKSDA Bukittinggi AA Jusmar mengimbau, para petani saat beraktifitas sebaiknya mulai menggunakan topeng berwajah manusia yang dipasang di bagian belakang kepala.

"Hal ini kemungkinan akan mencegah serangan dari harimau, sebab ia biasanya selalu mengincar bagian tengkuk," ucapnya, Selasa 17 April 2018.

Selain itu, kata AA, ia juga berharap para peladang tak sendirian berada di lahannya dan cepat keluar saat hari mulai gelap.

Sebut AA, diperkirakan harimau yang berkeliaran di kawasan tersebut, berjumlah tiga ekor yang terdiri dari satu induk dan dua anak remaja dimana salah satu anaknya sudah tertangkap.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, saat ini BKSDA tetap intens melakukan pemantauan dan patroli. Bahkan kamera trap juga dipasang di hutan, untuk memantau pergerakan harimau, terutama saat malam hari.

Sementara, dua perangkap saat ini masih terpasang di Hutan Suapi Koto Tabang, Jorong Muaro. Persangkap tersebut diberi umpan kambing.

Sebelumnya, seekor anak Harimau Sumatera masuk perangkap pada Sabtu 14 April 2018 dan dibawa menuju Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya pada Selasa 17 April 2018 siang.

[Hatta Rizal]