Deplu Australia Lanjutkan Bantu Program Pendidikan di Indonesia

Peserta UniBridge dalam kunjungan ke Australia
Peserta UniBridge dalam kunjungan ke Australia (australiaplus)

KLIKPOSITIF - Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menyetujui bantuan dana bagi empat proyek yang dilakukan Australia-Indonesia Institute untuk tahun 2017-2018. Salah satu proyek tersebut adalah program UniBRIDGE, program kerjasama antara mahasiswa Australia dan Indonesia di bidang pertukaran budaya dan bahasa lewat online.

Menurut Menlu Australia Julie Bishop, keseluruhan dana bantuan yang disetujui adalah $ 93 ribu (hampir Rp 1 miliar). Selain program UniBRIDGE, program yang dilakukan oleh Australia-Indonesia Institute lainnya adalah di bidang pendidikan, penelitian dan seni.

baca juga: Kerusuhan Meluas, Ini Nasib WNI di Ameriksa Serikat

Tiga program tersebut adalah kerjasama yang dilakukan Charles Darwin University di Darwin dengan mitra di Indonesia untuk mengintegrasikan teknologi digital dalma program pengembangan profesional bagi guru-guru di Indonesia.

Selain itu juga ada proyek kerjasama antara University of Sydney dengan Departemen Keuangan Indonesia untuk membangun Lab Virtual Australia-Indonesia, sebuah platform inovatif untuk menghubungkan para peneliti Australia dan Indonesia.

baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Malaysia Hampir 82 Persen

Sementara di bidang seni, proyek yang disetujui adalah kerjasama antara serangkaian workshop dan pertunjukkan seni yang akan dilakukan Kelompok Seni Suara Indonesia Dance di Yirrkala di Northern Territory sebagai wujud dari Kerjasama sebuah kawasan di Northern Territory yaitu East Anherm dengan Indonesia.

Apa saja yang dilakukan program UniBRIDGE?
Dalam keterangan kepada wartawan ABC Iffah Nur Arifah, Richard Williams yang saat ini menjadi Koordinator Program UniBridge di Universitas Nusa Cendana di Kupang (NTT) mengatakam sangat senang proyek ini mendapat bantuan dari pemerintah Australia.

baca juga: Hidayat Nur Wahid Imbau WNI di AS Tetap Waspada

“UniBridge menjadi satu-satunya wadah yang bisa mempertemukan mahasiswa di Kupang dengan penutur asli. Mereka sangat senang memiliki wadah seperti ini. Sekarang anggotanya semakin banyak dan antusiasme untuk ikut UniBridge sangat besar bahkan anak-anak SMA di kota Kupang juga ingin bergabung. Hanya saja saat ini masih diperuntukan untuk mahasiswa,” kata Richard.

Dilansir dari laman australiaplus, Richard mengharapkan program seperti ini akan dapat dilanjutkan dan diperluas. Lewat program UniBridge mahasiswa Australia yang sedang mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia bisa bertemu dan berkomunikasi secara online dengan teman-teman mereka dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) di Kupang.

baca juga: Kerusuhan di AS Meluas, Komisi I Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Penulis: Fitria Marlina