Terkait Nasib Petani, Anggota DPRD Pertanyakan Komitmen Pemkab Pessel

"Dukungan pemerintah daerah terhadap petani dinilai belum proporsional"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Benny Jovial mempertanyakan komitmen Pemerintah Daerah Pesisir Selatan dalam memperhatikan nasib petani di wilayah tersebut.

Menurutnya, dari beberapa hasil temuannya di lapangan dalam melihat persoalan petani di daerah itu, salah satunya adalah minimnya ketersedian infrastruktur, seperti irigasi dan jalan yang belum sesuai dengan harapan para petani.

"Jadi petani kita mengeluhkan irigasi banyak yang rusak, ketersedian akses jalan, sehingga persoalan-persoalan ini menghambat perkembangan petani untuk berkreasi," kata Benny Jovial, Rabu 18 April 2018.

Dia menjelaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap petani belum proporsional. Sebab, dari anggaran yang tersedia sektor pertanian hanya dianggarkan sekitar 4 hingga 5 persen dari belanja langsung daerah.

"Idealnya 14 persen, dan ini sungguh tidak sepadan dengan kebutuhan petani. Makanya saya berani menyampaikan hal yang demikian," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Hortikultura Pessel, Jumsu Trisno menyatakan, tahun 2018 ini Pemkab Pessel hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp11 miliar dari APBD, dan hal itu dipergunakan untuk seluruh kegiatan pertanian yang ada di daerah itu.

Menurutnya, minimnya ketersedian anggaran daerah terhadap sektor pertanian, memaksa pihaknya mencari bantuan dari provinsi dan pusat.

"Kami selalu mencarikan bantuan keuangan ke luar, baik ke provinsi maupun pusat. Dan tupoksinya kita sesuai dengan daerah sesuai kewenangan yang berlaku, "ulasanya.

Lanjutnya, dalam peningkatan irigasi pertanian yang dianggarkan tahun ini diantaranya Irigasi Lubuak Buayo di Kecamatan Linggo Saraibaganti.

[Kiki Julnasri]