Harimau Koto Rantang Ditangkap, Para Peladang Masih Ketakutan

"Kondisi ini diperkuat dengan adanya jejak harimau dan anjing warga yang hilang"
Seorang peladang di Koto Tabang melewati jalan dengan kondisi sepi pasca ditangkapnya harimau Koto Rantang, Agam. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Pasca tertangkapnya seekor harimau Sumatera di hutan Suapi Koto Tabang, Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang, Palupuah-Agam pada Sabtu 14 April 2018 masih membuat takut para peladang di kawasan tersebut.

Hal ini disebabkan adanya dua ekor harimau lainnya yang diperkirakan berkeliaran di sekitar kawasan tersebut. Tokoh masyarakat setempat, Mairzal menyebut, aktifitas peladang belum sepenuhnya normal.

"Sudah pasti ada rasa takut, peladang tak berani keluar jika hari terlalu gelap," ucapnya saat ditemui KLIKPOSITIF, Kamis 19 April 2018.

Sebutnya, hal ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan. "Kondisi ini diperkuat dengan adanya jejak harimau dan anjing warga yang hilang. Itu sejak Februari terjadi. Hingga sekarang, BKSDA terus berada di lokasi memantau," katanya.

Dia mengatakan, jumlah peladang yang bekerja di sekitar kawasan hutan Suapi berjumlah sekitar 30-an. "Sekarang paling lama, jam 16.00 WIB semuanya sudah keluar dari ladang. Dulu sebelum ada harimau, jam 17.00 WIB mereka baru keluar ladang," ujarnya.

Kawasan hutan Suapi memang merupakan areal peladangan yang cukup padat aktifitasnya. Di daerah ini, tak ada pemukiman, namun Lapan Agam dan BMKG berkantor di daerah tersebut.

Sementara, Kepala Resort BKSDA Bukittinggi, Andrick menyebut, secara umum situasi sudah mulai kondusif. Kendati demikian, dia tetap memantau perkembangan harimau lainnya lewat pengamatan jejak dan kamera trap.

"Kita masih ada perangkap lain di sini, beberapa hari ke depan tetap kita pasang. Kepada peladang, kita imbau tetap berkelompok dan cepat pulang saat hari mulai gelap," pungkas Andrick.

[Hatta Rizal]