Indonesia Tak Boleh Tergadai Impor Bawang Putih

"Hal Ini sangat disayangkan. Padahal dari segi infastruktur, lahan, suhu udara, kita semua punya. Seharusnya tidak ada alasan lagi bagi kita bergantung pada impor bawang putih"
Ilustrasi (Net)
kembali kesuksesan swasembada bawang putih seperti di tahun 1993.

“Kita harus yakin untuk bisa mewujudkan hal tersebut, dan bukan hanya sekedar angan-angan. Karena kita pernah berhasil, pasti kita akan kembali mendulang kesuksesan seperti yang pernah kita raih sebelumnya,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Temanggung Sudaryanto mengungkapkan permasalahan mendasar di sektor pertanian yang dialami oleh petani bawang putih yaitu terkait masalah pemasaran hasil, terutama harga komoditas bawang putih yang sangat fluktuaktif.

“Saat ini harga bawang putih kering sampai dengan satu bulan terakhir menguntungkan bagi petani bawang putih dan memberikan semangat bagi petani untuk bercocok tanam. Namun ketika harga bawang putih sedang jatuh, para petani tentunya akan mengalami kerugian. Pemerintah harus mengeluarkan sebuah regulasi dan proteksi harga, sehingga apabila harga bawang putih sedang turun petani tidak merasa dirugikan,” jelasnya.

Dalam mewujudkan swasembada bawang putih berkelanjutan di tahun 2021, selain kerja keras petani, Sudaryanto juga menilai harus adanya dukungan dari pemerintah. “Tentunya untuk menyukseskan program ini diperlukan koordinasi dan dukungan semua pihak. Dan tidak kalah penting yaitu kesiapan pemerintah dalam menyediakan benih bawang putih,” harapnya.

Kunjungan Kerja Panja Bawang Putih Komisi IV DPR RI ini turut diikuti oleh sejumlah Anggota Komisi IV DPR lainnya seperti, Siti Hediati Soeharto dan Agung Widyantoro (F-PG), Oo Sutisna dan Endro Hermono (F-Gerindra), serta Sulaeman L Hamzah. (*)

Sumber: dpr.go.id