FISIP Unand Gandeng Lembaga Sensor RI untuk Tangkal Film Tak Pantas

"perlu ada filterisasi terhadap film-film yang beredar dan pengetahuan tentang film yang pantas atau tidak untuk ditonton"
Sosialisasi Sensor Mandiri yang digelar FISIP Unand dan Lembaga Sensor Film Nasional. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Banyaknya bermunculan film-film yang belum disensor dan beredar bebas di media sosial berdampak buruk kepada masyarakat, terutama anak-anak. Makanya, perlu ada filterisasi terhadap film-film yang beredar dan pengetahuan tentang film yang pantas atau tidak untuk ditonton.

Menyadari hal itu mempunyai nilai strategis dalam ketahanan budaya suatu bangsa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand bekerja sama dengan Lembaga Sensor Film (LSF) RI menggelar 'Sosialisasi Sensor Mandiri', Senin 23 April 2018 di Aula Kampus Pascasarjana FISIP Unand, Jati.

Wakil Dekan I FISIP Unand, Dr. Aidinil Zetra mengatakan, film menjadi faktor strategis menjaga ketahanan negara. Namun dewasa ini, masih banyak beredar film yang belum disensorkan dan bebas beredar lewat berbagai media sosial. Sehingga, film justru berdampak buruk pada masyarakat.

"FISIP menggaet LSF RI. Karena LSF merupakan representasi negara yang wajib melindungi masyarakat dari pengaruh negatif film dan memajukan perfilman Nasional," ungkap Aidinil.

Aidinil menambah, sensor mandiri merupakan perilaku masyarakat yang secara sadar dalam memilah dan memilih tontonan. Hal itu perlu dilakukan karena memang terjadinya perkembangan dan perubahan teknologi secara pesat dan sangat berbahaya jika tidak difilter.

"Karena terjadinya revolusi digital, konversi teknologi, konvergensi media, maka perlu adanya sensor mandiri," ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga sesuai Visi FISIP 2020, yakni, mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa. "Makanya, ini menjadi tanggung jawab moral FISIP untuk ikut ambil bagian dalam membentengi masyarakat dari pengaruh negatif kemajuan teknologi khususnya produk budaya seperti film," pungkasnya.

Acara dibuka Dekan FISIP dan dihadiri oleh sivitas akademika Unand, tenaga kependidikan, film maker Kota Padang, pimpinan redaksi media massa dan perwakilan mahasiswa PTN/PTS di Kota ... Baca halaman selanjutnya