Lebih 200 Jasad Manusia Ditemukan di Kuburan Massal Genosida Rwanda 1994

"Tiga kuburan massal belum digali yang terdapat di bawah tempat tinggal warga di wilayah yang sama, kata Kabagambire kepada media."
Jasa korban genosida Rwanda. (E-International Relations)

KLIKPOSITIF - Lebih dari 200 jenazah manusia telah ditemukan dari kuburan massal genosida Rwanda tahun 1994 yang dibongkar pekan lalu di ibu kota Rwanda Kigali.

Sisa-sisa jasad mereka yang telah digali dari kuburan massal sedalam 30 meter di sektor Rusororo distrik Gasabo disimpan di kantor sel dan menunggu pemakaman yang layak, kata Theogene Kabagambire, kepala Ibuka di distrik Gasabo.

Tiga kuburan massal belum digali yang terdapat di bawah tempat tinggal warga di wilayah yang sama, kata Kabagambire kepada media.

"Saya tidak mengerti mengapa butuh lebih dari dua dekade untuk menemukan kuburan massal ini," kata seorang yang selamat.

"Ini sangat sulit, karena orang-orang telah tinggal di daerah ini."

Kabagambire memperkirakan bahwa 3.000 korban genosida dari daerah sekitarnya.

Genosida Rwanda adalah sebuah pembantaian 800.000 suku Tutsi dan Hutu moderat oleh sekelompok ekstremis Hutu yang dikenal sebagai Interahamwe yang terjadi dalam periode 100 hari pada tahun 1994.

Peristiwa ini bermula pada tanggal 6 April 1994, ketika Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana menjadi korban penembakan saat berada di dalam pesawat terbang. Saat itu, Habyarimana yang berasal dari etnis Hutu berada dalam satu heli denganpresiden Burundi, Cyprien Ntarymira. Mereka baru saja menghadiri pertemuan di Tanzania untuk membahas masalah Burundi.

Disinyalir, peristiwa penembakan itu dilakukan sebagai protes terhadap rencana Presiden Habyarimana untuk masa depan Rwanda. Habyarimana berencana melakukan persatuan etnis di Rwanda dan pembagian kekuasaan kepada etnis-etnis itu.

Sumber: Xinhua.net