Membincangkan Wisran Hadi dan Teater Indonesia

"Wisran Hadi memiliki kacamata seni rupa untuk membentuk konsep panggung"
Budayawan Radar Panca Dahana (ist)

PADANG,KLIKPOSITIF-Tiga orang yang bersentuhan dengan teater dan budaya Indonesia duduk bersama membincangkan Wisran Hadi dan hubungannya dengan teater Indonesia. Budayawan Radar Panca Dahana menjadi pembicara didampingi Sahrul Nazar dan Irmansyah.

Irmansyah yang merupakan salah seorang pendiri UKM Teater Langkah memusatkan pandangannya dari segi kehidupan dan kesenian Wisran Hadi. Menurutnya, dialektika secara empirik merupakan dasar dari pemikiran dalam karya-karya Wisran Hadi.

“Wisran Hadi memiliki kacamata seni rupa untuk membentuk konsep panggung. Wisran Hadi adalah penulis lintas genre, artinya Wisran Hadi selain pegiat teater, beliau juga memiliki kemampuan kepenulisan untuk mengekalkan karyanya” ujar Irmansyah saat memaparkan makalahnya di Ruang Seminar FIB Rabu, 25 April.

Sedangkan Radar Panca Dahana secara tidak langsung memperkuat pernyataan dari Irmansyah mengenai cara kerja Wisran Hadi dalam memproduksi karya baik teks maupun panggung. Walaupun secara keseluruhan, Radar tidak menyinggung romantisme secara melankolis untuk mengenang Wisran Hadi.

Radar lebih kepada sikap persuasif untuk terus mengadopsi semangat yang dimiliki Wisran Hadi dalam menciptakan karya. Menurut Radar Wisran Hadi, seperti Rusli Marzuki Saria dan A.A Navis merupakan seniman dan penulis yang tonggak penciptaan karya mereka bersandar pada adat dan agama. Walaupun demikian, mereka tidak pula semerta-merta menelan ajaran tersebut.

Beda halnya dengan Sahrul Nazar, seorang akademisi ISI Padang Panjang yang lebih menitikberatkan pembahasan kepada rekam perjalanan dan sumbangsih terhadap dunia teater

Sahrul menjelaskan bahwa kehadiran teater modern di Sumatera Barat tidak bisa lepas dari sumbangsih dan pemikiran Wisran Hadi dan grup teaternya yang bernama Bumi Teater. Begitu juga dengan kehadiran teater postmodern di Sumatera Barat, bentuk teater tersebut ditemukan dalam naskahnya berjudul Jalan ... Baca halaman selanjutnya