Indonesia Lanjutkan Diplomasi Sawit di Brussel

"Menteri de Crem menganggap Indonesia sebagai negara penting di Asia dan mengharapkan agar kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belgia terus ditingkatkan"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan melanjutkan upaya diplomasi sawit pada Selasa (24/4) lalu di Brussel melalui pertemuannya dengan Komisioner Uni Eropa untuk urusan Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan, Menteri Belgia urusan perdagangan internasional, dan Komite Perdagangan dari Parlemen Eropa.

Dalam pertemuannya dengan Karmenu Vella, Komisioner UE untuk LH, Menko Luhut menyampaikan pentingnya nilai kemitraan antara Indonesia dan UE untuk menangani permasalahan lingkungan hidup, termasuk deforestasi.

Disampaikan oleh Menko bahwa pengelolaan sawit di Indonesia sudah dilakukan secara berkelanjutan, bahkan teknologi dan standardisasi untuk menjamin keberlanjutan tersebut senantiasa ditingkatkan. Kedua pejabat juga membahas persiapan Our Ocean Conference di Bali pada Oktober 2018, di mana Komisioner Vella mengapresiasi persiapan yang terus dilakukan pemerintah Indonesia.

Dengan Pieter de Crem, Menteri Belgia urusan perdagangan internasional, Menko Luhut menegaskan signifikansi dari sawit bagi lebih dari 16 juta orang yang bergantung pada sektor ini. Menko Luhut menegaskan bahwa sawit merupakan instrumen kunci Indonesia untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri de Crem menganggap Indonesia sebagai negara penting di Asia dan mengharapkan agar kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belgia terus ditingkatkan, dan untuk itu diharapkan agar dapat dicapai solusi yang menguntungkan semua pihak terkait isu sawit tersebut.

Selanjutnya di sore hari, delegasi Menko Kemaritiman melakukan pertemuan di Parlemen Eropa guna bertemu beberapa anggota yang tergabung juga dalam Komite Perdagangan Internasional (INTA).

Selain mempresentasikan mengenai sawit Indonesia, Menko Luhut mengajak Parlemen Eropa untuk menyaksikan sendiri kondisi pengelolaan sawit di Indonesia. “Seeing is believing, sebelum UE memutuskan apa pun terkait sawit sebaiknya datang sendiri ke ... Baca halaman selanjutnya