Usai Video Call dengan Bupati Pasaman, Ratusan Massa Membubarkan Diri

"Bupati berjanji akan menemui masyarakat dan mahasiswa pada 2 Mei 2018 mendatang"
Perwakilan massa melakukan video call dengan bupati pasaman (KLIKPOSITIF/Yulisman)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang menolak tambang emas di Kecamatan Dua Koto akhirnya membubarkan diri, Kamis 26 April 2018 sekitar pukul 17.05 WIB.

Massa meninggalkan halaman kantor bupati setelah berdialog dengan Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui video call. Sebab bupati sedang melaksanakan tugas di Jakarta.

Dalam dialog dengan salah seorang massa yang bernama Ahmad Soleh, bupati berjanji akan menuntaskan masalah tambang emas tersebut dan akan menemui masyarakat serta mahasiswa pada hari Rabu 2 Mei 2018 di kantor camat Dua Koto.

"Semua aspirasi masyarakat kita tampung. Dan akan kita diskusikan pada Rabu lusa. Melalui video call ini saya tidak bisa memutuskannya, karena saya ingin berhadapan langsung," ujar Yusuf Lubis.

Dijelaskan Yusuf Lubis, pemerintah nanti akan mengundang semua unsur masyarakat Kecamatan Dua Koto, mulai dari ninik mamak, tokoh masyarakat, wali jorong, wali nagari dan pihak terkait lainnya. Soal jam pertemuannya, menurut bupati nanti akan dibicarakan dengan Camat Dua Koto.

Ahmad Soleh dalam video call tersebut menyatakan sampai kapanpun masyarakat Simpang Tonang tidak akan menerima tambang di kampungnya. Ia menegaskan, siapapun investor atau perusahaannya, masyarakat tetap menolak.

"Makanya melalui bapak bupati kita minta agar izin tambang dicabut, sehingga tidak ada lagi tambang emas oleh investor di Simpang Tenang," sebutnya.

Usai video call dengan bupati, Ahmad Soleh meminta kepada massa untuk doa bersama dan pulang kembali ke rumah masing-masing.

[Man St Pambangun]