Satpol PP Pasaman Sita 100 Liter Tuak Dalam Bus

"Bus angkutan tersebut diduga merupakan modus baru distribusi minuman keras"
Penyitaan tuak dari dalam bus angkutan umum (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman menyita sebanyak 100 liter tuak dari dalam sebuah bus angkutan umum jurusan Rao-Lubuk Sikaping.

Bus angkutan tersebut diduga merupakan modus baru distribusi minuman keras tradisional itu ke berbagai kawasan di Pasaman. Penyitaan dilakukan petugas sekitar pukul 15:05 WIB, Jumat 27 April 2018.

"Ini merupakan modus baru untuk peredaran minuman keras jenis tuak di Kabupaten Pasaman. Meski demi kan kita berhasil mengungkapnya," kata Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Pasaman, Asmadi.

Ia mengungkapkan, penyitaan tersebut dilakukan atas laporan dari masyarakat. Saat penyitaan berlangsung, awak bus mengaku tidak mengetahui pemiliknya.

Tampak, tuak itu dikemas dengan bungkus plastik lalu ditumpuk dalam dua buah karung ukuran besar.

"Hanya saja, saat penyitaan berlangsung, tidak ada perlawanan berarti dari awak bus. Sehingga memudahkan petugas melakukan penyitaan," jelas Asmadi.

Menurutnya, penyitaan ratusan liter tuak dilakukan atas dasar Perda nomor 02 tahun 2009 tentang larangan minuman beralkohol di Pasaman.

Pasal 13 Perda tersebut menjelaskan bahwa setiap orang penjual, mengedarkan, meminum minuman beralkohol diancam dengan pidana kurungan 3 bulan atau denda Rp10 juta.

[Man St Pambangun]