Kesadaran Pelaku Usaha di Pessel Urus BPJS Ketenaga Kerjaan Masih Rendah

"Kita bandingkan untuk Sumbar rata-rata hampir sama. Secara persentase kita (di Pesisir Selatan) masih rendah"

PESSEL, KLIKPOSITIF-- Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Pesisir Selatan menyebutkan, jumlah pendaftar BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Pesisir Selatan masih tergolong rendah.

"Kita bandingkan untuk Sumbar rata-rata hampir sama. Secara persentase kita (di Pesisir Selatan) masih rendah," sebut Kepala Kantor Cabang Perintis Pessel, Zul Qifli pada KLIKPOSITIF.

Dia menjelaskan, dari 50 ribu jumlah pekerja yang tercacat di daerah itu, hanya sekitar 5.500 peserta BPJSTK yang sudah mendaftarkan diri sebagai penerima santunan BPJSTK dari tahun 2015 lalu.

"Kalau bukan penerima upah (BPU) atau yang tidak bekerja di badan usaha baru mencapai 800 orang, dan 4700 orang penerima upah. Jumlah ini sangat minim jika dibandingkan 50 ribu pekerja yang sudah tercatat,"jelasnya.

Selain perusahan swasta yang sudah mendaftar pekerjanya ke BPJSTK. Terdapat 98 nagari atau desa yang sudah mulai bergabung dengan BPJSTK dari 182 nagari di Pessel.

"Untuk nagari atau desa di Pessel yang baru mendaftarkan hanya 98 nagari. Seharus sesuai dengan ketentuan ketenagaakerjaan, 182 harus bisa bergabung sebagai tenaga kerja aparat nagari,"terangnya.

Lanjutnya, mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sama dengan mengansuransi diri ketika mengalami kecelakaan kerja. Peserta kerja yang dilayani BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya terkecuali kepada tenaga penerima upah, namun juga bagi bukan penerima upah.

"Kita memberikan layanan jaminan, juga untuk masyarakat yang bukan penerima upah seperti, nelayan atau petani. Dan untuk peserta bukan penerima upah, dibedakan dengan dasar penghasilan tetapnya minimal Rp1 juta perbulan,"ulasnya.

Lanjutnya, agar setiap pemilik badan usaha atau peserta mandiri tidak ragu mengansuransikan diri kepada BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya bersedia memberikan penyuluhan kepada peserta. (Kiki Julnasri)