Kasus SPJ Fiktif, Ini Komentar Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar

Suasana jumpa pers koalisi masyarakat sipil Sumbar
Suasana jumpa pers koalisi masyarakat sipil Sumbar (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Parade kasus SPJ Fiktif di Pemprov Sumbar seyogyanya menjadi momentum membuka kasus yang lebih besar.

Perwakilan Gerakan Bersama Berantas Korupsi Universitas Negeri Padang (UNP), Muhammad Isa Gautama menilai di balik kasus Yusafni dan Suprapto, terjadi fenomena gunung es, yang mana ada potensi kasus besar yang belum terungkap.

"Hari ini jangan dipandang dalam satu kasus saja. Ada potensi kasus lain yang cukup besar. Ini harus menjadi momentum semua elemen untuk mengawal," ungkap M Isa dalam jumpa pers Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar ( KMSS ) di Rumah Ikhlas Padang, Selasa 1 Mei 2018.

Baca Juga

Untuk itu perlu adanya desakan pada penyidik untuk memeriksa nama-nama yang 'disebut' dalam maupun di luar persidangan.

"Kami mendesak dalam hal ini penyidik untuk memeriksa nama yang disebut dalam dan luar persidangan," ungkap perwakilan Integritas, Arief Paderi.

Arief menyebut, konteks aliran dana perlu menjadi perhatian penyidik ataupun jaksa penuntut umum dan menekankan pada kasus pencucian uang.

Dalam susunan dakwaan, Arief menilai, terkesan terjadi pengkerdilan kasus. Sebab, hanya mengapung nama Suprapto dan Yusafni sebelum tersebut beberapa nama.

"Dalam konstruksi dakwaan, hanya menyebutkan dua orang dugaan yakni Suprapto dan Yusafni. Ada potensi itu pengkerdilan, sehingga menyingkirkan orang orang tertentu," sebutnya.

Senada, perwakilan Pusat Kajian Bung Hatta Anti Korupsi, Hendriko Arizal menyebut, kasus jangan berhenti di Yosafni saja, namun juga pada nama yang di sebut dalam persidangan.

"Ini merupakan waktu yang tepat bagi KPK untuk men-take over. Saya pikir tentu di belakang ini ada aktor utamanya," ujarnya.

[Cecep Jambak]

Baca Juga

Penulis: Iwan R

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com