Gubernur Sumbar Laporkan Wartawan ke Polisi Terkait Status Medsos dan Pemberitaan SPJ Fiktif

Irwan Prayitno diwawancara media usai melaporkan tiga orang yang diduga melakukan pencemaran nama baik
Irwan Prayitno diwawancara media usai melaporkan tiga orang yang diduga melakukan pencemaran nama baik (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno (IP) melaporkan tersangka korupsi Spj Fiktif , Yusafni, seorang jurnalis, dan anggota DPRD Kota Padang ke Polda Sumbar, pada Senin 1 Mei 2018 malam.

Ia mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumbar sekitar pukul 22:30 WIB. Irwan menemui petugas didamping oleh tim kuasa hukumnya.

LIHAT JUGA VIDEONYA DI INSTAGRAM

Baca Juga

Yusafni dilaporkan karena dalam pemberitaan salah saru media harian beberapa waktu lalu disebut nama IP sebagai salah satu penerima dana korupsi itu untuk kampanye di Pilgub 2015 lalu.

Dalam pemberitaan itu, Yusafni menyebut bahwa ia telah memberikan uang Rp500 juta pada salah seorang kerabat Irwan.

Dalam pemberitaan di surat kabar harian Haluan, Yusafni mengungkapkan bahwa uang Rp500 juta tersebut digunakan untuk membuat baliho kampanye IP yang maju sebagai petahana dan berpasangan dengan wakilnya Nasrul Abit.

Harian Haluan menerbitkan pemberitaan tersebut, Sabtu 28 April 2018 lalu.

Terkait pemberitaan tersebut, politisi PKS itu kemudian menempuh jalur hukum karena merasa terzalimi dengan pengakuan Yusafni dan pemberitaan itu merupakan pencemaran nama baik.

"Sebagai warga negara saya merasa tidak nyaman. Keluarga, orang yang saya kenal menuduh saya sebagai pencuri, sebagai orang yang terlibat korupsi. Dengan suasana yang tidak nyaman, saya memproses keadilan dengan penegakan hukum," kata Irwan yang didamping tim kuasa hukumnya pada awak media.

Menurut dia, pengakuan Yusafni dan pemberitaan Harian Haluan telah mencemarkan nama baiknya sendiri.

"Untuk media Haluan, sesuai UU pers, mungkin lusa, kami akan menemui Dewan Pers di Jakarta. Sebagai proses untuk juga mencari keadilan dari segi jurnalistik," imbuh Irwan.

Ditambah lagi dalam sebuah rilis yang diterbitkan tim kuasa hukum IP menyebut bahwa pengakuan Yusafni adalah fitnah dan media cetak tersebut diduga telah melanggar azaz praduga tak bersalah.

"Pemberitaan yang dikeluarkan oleh Harian Haluan yang belum tentu kebenarannya yang dituduhkan kepada Irwan Prayitno merupakan perbuatan yang salah dan telah melanggar hak asasi seseorang yaitu berupa pencemaran nama baik," tulis tim kuasa hukum IP dalam rilis tersebut.

Hanya saja, dalam laporan tersebut, IP tidak melaporkan Haluan secara kelembagaan, namun personal seorang Redaktur Pelaksana Harian Haluan Beni Okva gara-gara sebuah postingannya di media sosial terkait pengakuan Yusafni itu.

Dalam akun media sosialnya yang bernama Bhenz Maharjo tersebut terpajang tampilan halaman utama Haluan yang telah digandakan dengan piranti lunak, soal informasi aliran dana korupsi itu dari Yusafni ke IP.

Selain Beni, tampilan halaman utama koran tersebut juga diunggah oleh salah seorang anggota DPRD Padang bernama Maidestal Hari Mahesa II.

Kendati begitu, IP menegaskan bahwa pelaporan Beni tersebut bukan berkaitan dengan jurnalistik, melainkan pencemaran nama baik melalui media sosial.

"Ya tadi memang telah melapor Gubernur Sumbar terkait pencemaran nama baik yang dilakukan oleh tiga orang," ucap Kepala SPKT Polda Sumbar, AKBP Zulkifli Malaras.

Advokasi

Terpisah, terkait adanya laporan tersebut, Beni mengaku bahwa dirinya menghormati langkah yang ditempuh gubernur, namun akan bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dengan berani menguji kebenarannya di depan hukum.

"Saya menghormati dan menghargai sikap yang ditempuh Gubernur Sumbar. Saya siap mempertanggungjawabkan seluruh tindakan saya, termasuk status yang saya unggah di media sosial. Baik kepada publik atau penegak hukum. Mari kita uji kebenaran di depan hukum," urai Beni.

Di sisi lain, Penanggung Jawab Harian Haluan Zul Effendi, juga turut menanggapi laporan itu.

Bagi dia perbuatan Bhenz Maharajo, sepenuhnya berada dalam perlindungan Harian Haluan, apalagi mengingat yang bersangkutan adalah Redpel Harian Haluan. Unggahannya juga terkait pemberitaan Haluan.

"Haluan akan memberikan advokasi dan mengawal proses hukum terhadap laporan ini. Bhenz tidak akan dibiarkan sendiri," pungkasnya.

[Cecep Jambak-Halbert Chaniago]

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com