Komisi I Bahas Kerjasama Alutsista dengan Korsel

"Pertemuan ini sangat penting, karena ada dua proyek pembuatan alutsista kita, yaitu pembuatan I kapal selam dan pesawat tempur IFX/KFX"
Ilustrasi (Net)
Indonesia dan direncakan tiba di Armatim Surabaya pada 15 Mei 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Yudha berharap, kerja sama tersebut disertai dengan alih teknologi ke Indonesia, dengan melibatkan perguruan tinggi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar kelak Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam pengembangan alutsista.

“Kita dengan Korsel sudah berhasil melakukan kerja sama antara PT PAL dan PT DSMI dengan melibatkan Institut Teknologi Surabaya sebagai tenaga ahli. Untuk mengembangkan kerja sama tersebut, kita ingin tidak hanya dinikmati Korsel sebagai penjual, tetapi juga kita bisa menerima transfer teknologi dari mereka,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Sementara itu, Menteri DAPA Korea Selatan Jeon Jei Guk mengatakan, kerja sama industri pertahanan Indonesia-Korsel berada di tingkat paling atas, karena terkait sistem pertahanan negara. Ia berharap, program pengembangan teknologi pesawat tempur dapat terus berlanjut pada tiap periode pemerintahan. Mengingat, kedua negara telah menjalin kerja sama di bidang keamanan lebih dari 30 tahun. (*)

Sumber: dpr.go.id