Pembukaan Ikan Larangan, Tradisi Tangkap Ikan Beramai-ramai yang Masih Lestari di Pasbar

"Pengambilan ikan larangan dibuka berdasarkan kesepakatan ninik mamak bersama cucu kemenakan sebagai pemilik ikan larangan yang ada di kampung tersebut"
Pembukaan Ikan Larangan di Batang Pasaman, Pasbar (Ist)

PASBAR, KLIKPOSITIF -- Ratusan orang ikut meramaikan pembukaan ikan larangan Mesjid Kampung Bukik, Jorong Batang Umpai Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman, Pasbar - Sumbar, Minggu 6 Mei 2018 sekitar pukul 10.00 Wib.

Ketua panitia pembukaan ikan larangan Nyiak Buah pada KLIKPOSITIF mengatakan, pembukaan ikan larangan ini dilakukan di Batang Pasaman. Menurutnya, tradisi ikan larangan Mesjid Kampung Bukik tiap tahunnya resmi dibuka untuk umum sebagai bentuk tradisi pelestarian ikan larangan, yang secara turun temurun telah diwariskan. Tradisi ikan larangan ini sudah berjalan selama puluhan tahun hingga saat ini tetap masih terjaga khususnya sepanjang aliran Sungai Batang Pasaman.

"Pengambilan ikan larangan dibuka berdasarkan kesepakatan ninik mamak bersama cucu kemenakan sebagai pemilik ikan larangan yang ada di kampung tersebut. Biaya pengambilan ikan larangan, panitia menetapkan biaya sebesar Rp.25.000 permasing - masing peserta dan diberi karcis sebagai tanda peserta," katanya.

Sementara itu, bagi peserta yang ikut sebagai peserta pembukaan ikan larangan hanya diperbolehkan menggunakan alat tangkap tradisional seperti jaring ikan, jalo, alat tembak yang terbuat dari kayu. Namun setiap peserta dilarang keras menggunakan alat seperti racun maupun alat setrum.

"Uang yang terkumpul dari hasil penjualan karcis, dikumpulkan sebagai sumber dana pembangunan dalam kampung seperti pembangunan sarana dan prasarana umum, Mesjid, MTQ, pemuda dan karang taruna.

[Buyung Fajri]