Kebutuhan Darah di PMI Bukittinggi Tercukupi, Tapi..

"Bukittinggi menjadi daerah rujukan bagi rumah sakit di daerah lain"
Ilustrasi masyarakat mendonorkan darah (Net)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bukittinggi menyebut, kebutuhan darah di Bukittinggi berkisar antara 1400-1500 kantong perbulan.

Kepala Markas PMI Ahmad Jaiz menyebut, jumlah ini tergolong cukup besar sebab Bukittinggi menjadi daerah rujukan bagi rumah sakit di daerah lain.

"Selama ini kita bisa mencukupi kebutuhan darah sebanyak 1500an itu," katanya pada KLIKPOSITIF, Selasa 8 Mei 2018.

Hanya saja, Jaiz menyebut, jumlah tersebut sebenarnya masih kurang ideal karena didapat dari 800 pendonor sukarela.

"Idealnya 1500, sementara pendonor sukarela hanya 800an, sisanya didapat dari donor pengganti," jelas Jaiz.

Donor pengganti ini, kata dia, bukanlah orang yang berdonor secara sukarela, contohnya ada yang dirawat di rumah sakit dan perlu darah sebanyak beberapa kantong, maka yang mendonorkan darahnya adalah kerabatnya sendiri.

"Jadi kalau pendonor sukarela ada 1500, maka stok kita akan lebih terjamin," ujarnya.

Sebenarnya menurut dia, jumlah pendonor sukarela di Bukittinggi terus meningkat tiap tahunnya. Tercatat, pada 2016, terdapat 300-400 an pendonor. Kemudian di 2017 meningkat menjadi 800 an.

"Kita harapkan kesadaran masyarakat agar sukarela dan rutin mendonorkan darahnya sehingga kebutuhan darah tetap terpenuhi," pungkas Jaiz.

Saat ini, dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Sedunia yang jatuh tiap 8 Mei, PMI Bukittinggi melakukan aksi PMI Peduli dengan menstanbyekan petugas dan relawan di Jam Gadang.

Petugas ini disiapkan untuk melayani kebutuhan wisatawan saat berkunjung di Bukitinggi terutama jika ada yang mendadak sakit.

[Hatta Rizal]