BKSDA Sumbar Cari Lokasi Lepas Liar Harimau Koto Rantang

"pemilihan lokasi lepasliar sangat berperan terhadap perkembangan harimau yang diberi nama Sopi tersebut"
Harimau Koto Rantang, Palupuah, Agam yang berhasil ditangkap dan sedang dicarikan tempat untuk dilepasliarkan. (KLIKPOSITIF)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat saat ini belum melepas liarkan harimau betina Koto Rantang Palupuah yang masuk Pusat Rehabilitasi di Dharmasraya sejak 20 April 2018 silam.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairy Ramadhan menyebut, pihaknya sedang mencari lokasi yang dianggap cocok untuk harimau betina yang diberi nama Sopi itu. "Kita tengah survei hutan-hutan yang cocok untuk habitatnya," ucap Khairi saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Rabu 9 Mei 2018.

Khairi menyebut, pemilihan lokasi lepasliar sangat berperan terhadap perkembangan Sopi. "Lokasinya harus cocok dengan ketersedian pangan (mangsa) yang ada, sampai saat ini belum kita putuskan," lanjutnya.

Saat ini, kata Khairi, kondisi Sopi sehat dan normal sehingga sudah layak untuk dilepas liarkan. "Kita harapkan lokasinya masih di Sumatera Barat," ujarnya.

Sementara, di Palupuah pun sebut Khairi, kondisi sudah mulai tenang sebab tak terpantau lagi pergerakan harimau lainnya yang sebelumnya diduga masih berkeliaran. "Perangkap sudah kita copot, sebab tak terpantau lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Sopi masuk perangkap pada Sabtu 14 April 2018 di hutan Suapi Koto Tabang, Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Agam. Sopi yang berusia sekitar dua tahun, tak langsung dievakuasi sebab diduga masih ada dua ekor lainnya masih berkeliaran.

Saat itu, BKSDA memasang lagi dua buah perangkap lainnya guna memancing kawanan Sopi dan tidak berhasil. Pada Selasa 17 April 2018, Sopi dibawa ke Dharmasraya untuk direhabilitasi.

[Hatta Rizal]