Kepolisian Daerah Ini Patroli Akun Medsos, Pantau Cyber Black Campaign

"Intinya kata – kata yang dibuat, jangan mendiskreditkan yang berdasarkan prasangka. Kalau berdasar prasangka, itu akan menyulut kebencian, jangan sampai memposting seperti itu"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Kanit 1 Reskrim Polsek Cikijing Polres Majalengka Ipda Entis Sutisman bersama anggota Cyber Crime Polsek Cikijing Polres Majalengka mengungkapkan, pihaknya terus melakukan patroli cyber black campaign jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang. Polisi juga sudah mengidentifikasi akun – akun media sosial.

“Baru diidentifikasi (akun – akun media sosial). Sejauh ini belum ada postingan yang mengarah ke black campaign,” ujar Entis saat ditemui di Mapolsek Cikijing, Kamis (10/05/2018), dilansir dari Tribratanews.

Ia juga memaparkan contoh–contoh akun yang masuk dalam kriteria black campaign. Semua konten bacaan yang isinya menyudutkan suatu kelompok tertentu, lalu mempersuasif banyak orang untuk menjadi benci, itu dilarang.

“Intinya kata – kata yang dibuat, jangan mendiskreditkan yang berdasarkan prasangka. Kalau berdasar prasangka, itu akan menyulut kebencian, jangan sampai memposting seperti itu,” papar Entis anggota Cyber Crime Polsek Cikijing Polres Majalengka.

Lalu menurut dia, jika memang suatu black campaign ditujukan ke seseorang atau kelompok, maka mereka berhak mengadukannya. Kemudian, terkadang pelaku juga berada di Cikijing padahal pilkada dilaksanakan di daerah lain.

“Kalau memang ada si A, berarti itu dia yang harus melaporkan. Dan pelaku bisa berada dimana saja, bahkan bisa di luar negeri. Misalkan pilkada di Papua tapi orangnya di Majalengka, ya bisa saja,” jelas dia.

Untuk itu, polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati – hati lagi dalam menuliskan sesuatu di media sosial. Hal ini agar tidak menjadi orang yang terjerat kasus dan masuk penjara.

“Makanya harus lebih bijak dalam mem-posting agar kita tidak jadi pelaku,” tutur dia. (*)

Sumber: Tribratanews