Aksi Bela Cadar di Bukittinggi, Ini Tuntutannya

"Massa sempat melakukan shalat Ashar berjemaah di halaman DPRD Bukittinggi"
Aksi bela cadar yang dilakukan di halaman DPRD Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Sumatera Barat berunjukrasa ke Gedung DPRD Bukittinggi setelah melakukan aksi long march dari kawasan Lapangan Kantin, Jumat 11 Mei 2018.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan aliansi ini, yakni menuntut dihapuskannya diskriminasi cadar di kampus IAIN Bukittinggi terhadap seluruh civitas akdemika IAIN Bukittinggi, memberhentikan Rektor IAIN Bukittinggi dan para petinggi IAIN Bukittinggi yang sepaham dengannya, serta mencabut skorsing atas dosen bercadar di IAIN Bukittinggi.

Saat tiba di gedung DPRD Bukittinggi, beberapa perwakilan diminta masuk ruangan untuk bernegosiasi dengan anggota DPRD Bukittinggi.

Sementara orasi di halaman gedung DPRD sempat terhenti saat azan Ashar berkumandang. Massa kemudian memanfaatkan air mineral untuk wudhu, lalu melakukan shalat berjamaah di halaman DPRD, yang dipimpin Wakil Ketua GNPF/Ulama Bukittinggi, Abu Ibrahim Al Khalil, sebagai imam.

"Sebelumnya sudah kita surati IAIN, tapi tak ada tanggapan," sebut Buya Busra yang juga sebagai Imam Besar FPI Sumatera Barat, menanggapi alasan digelarnya aksi bela cadar tersebut.

Busra menyebut, pihaknya mendesak Pemerintah Bukittinggi dan DPRD turun menyikapi permasalahan larangan cadar yang dinilainya diskriminatif.

"Kami bukan sok alim atau sok hebat, pemakaian cadar sebenarnya sudah tuntas dalam Islam. Tak ada larangan memakai cadar, IAIN malah melarang," sebutnya.

Sementara, pihak DPRD yang diwakili Wakil Ketua DPRD Trismon menampung aspirasi ormas dan berjanji segera menyampaikan ke otoritas terkait.

Akhirnya, setelah disepakati, aksi ormas Islam yang berlangsung damai itu pun berakhir setelah DPRD berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut hingga ke tingkat Pusat.

[Hatta Rizal]