Fahri Hamzah : Jangan Takut Melawan Orang Sakit Jiwa

"Indonesia bukan tempat para orang sakit jiwa atau orang-orang gagal yang ingin selalu mencari alasan mencipta kehancuran, tapi membangun pencitraan. Indonesia akan melawan sakit jiwa kalian"
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (dpr)

KLIKPOSITIF -- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai sejumlah pelaku teror ataupun yang tertangkap merupakan orang sakit jiwa yang rela menjual nyawa keluarga dan bangsa sendiri, demi melayani napsu para penggiat perang yang mendapatkan keuntungan rupiah dan dolar dari tumpahnya darah.

"Orang yang lebih gila nya itu ada di pucuk pimpinan mereka, yang memerintahkan perang, dan menyiapkan regulasi bagi peperangan. Ada juga yang menjadi robot yang menyiapkan diri untuk kematian yang konyol. Siapa yang salah? Yang penting kita jangan jadi korban!" kata Fahri dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Rabu (16/5/2018).

Betulkah mereka (pelaku teror) robot? Di sini Fahri mencontohkan robot lain yang dimaksud. Dimana suatu hari George Bush Jr menyerang Irak dan membunuh Saddam Husen. Serta membuat perang sipil dan pengungsian yang mengorbankan jutaan jiwa dengan alasan fiktif "weapon of Mass destruction" dan "crusade" (senjata pemusnah massal dan perang salib).

Lantas, apakah fiksi George Bush JR soal "weapon of Mass destruction" dan "crusade" itu sudah dihentikan, dan apakah nyawa jutaan manusia akibat fiksi perang kaum ultra kanan bisa dilupakan dan sudah terbayar? Apakah rakyat Indonesia bisa menghentikan khayalan orang sakit jiwa alias gila?.

"Indonesia, adalah bangsa yang memandatkan diri untuk “ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial" ini. Maka dari itu, Indonesia bukan tempat para orang sakit jiwa atau orang-orang gagal yang ingin selalu mencari alasan mencipta kehancuran, tapi membangun pencitraan. Indonesia akan melawan sakit jiwa kalian," ujarnya.

Pikiran ini, menurut dia adalah pikiran para pendiri bangsa. Karena itu jika ada yang tidak paham, maka memang lah bukan dia yang layak di depan. Indonesia ini raya, tempat benih kebaikan agama dan negara dipersatukan, tempat timur dan barat bercumbu menemukan cintanya yang sejati. Khalifah ... Baca halaman selanjutnya