Pancasila Sarat Nilai Agama

"Bagi umat beragama, bagi bangsa yang dikenal sangat religius ini, berpancasila hakikatnya adalah wujud implementasi, pengejawantahan dari pengamalan nilai-nilai beragama dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menghadiri Silaturahim Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Silaturahim ini berlangsung di Selasar Masjid Istiqlal Jakarta.

Mengambil tema ‘Bersatu, Berbagi, Berprestasi,’ Silaturahin dihadiri sejumlah tokoh bangsa dan tokoh agama, antara lain: iantaranya Ketua Dewan Pengarah Badan Pngembangan Ideologi Pancasila Megawati Soekarno Putri, Menteri Koordinator PMK, Puan Maharani, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Kepala BPIP Yudi Latif, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar serta Para tokoh Agama lainnya.

“Bagi umat beragama, bagi bangsa yang dikenal sangat religius ini, berpancasila hakikatnya adalah wujud implementasi, pengejawantahan dari pengamalan nilai-nilai beragama dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Menag.

Menurut Menag, memperingati hari lahir Pancasila akan mengingatkan kembali kepada jasa pendiri bangsa, Sang Proklamator Bung Karno. Presiden RI pertama bersama tokoh bangsa lainnya kala itu telah berjasa besar dalam meletakkan dasar-dasar Negara Indonesia.

Menag menilai, Pancasila digali dan dirumuskan dari nilai-nilai yang hidup di masyarakat agamis sejak ratusan tahun lalu. Karenanya, tidak heran jika hasil penggalian tersebut sarat dengan nilai-nilai agama. Bung Karno bersama para pendiri bangsa telah berhasil merumuskan lima sila yang dikenal sebagai Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kedaulatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permuyawaratan perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Sumber: Kemenag