60 KK Terdampak Banjir Banda Malang Bukittinggi

"Banda tak sanggup menampung debit air akibat hujan deras dari hulu, akhirnya melimpah dan masuk ke pemukiman"
Seorang warga berjalan sisalah satu titik genangan air akibat luapan Banda Malang di Bukittinggi (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bukittnggi Riandy memyebut, total ada 60 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat banjir di RT 1 RW 1 Kelurahan Pulai Anak Aia, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi.

Riandy menyebut, hasil pantauannya air naik sejak pukul 18.30 wib, Sabtu 19 Mei 2018 dan terus bertambah volumenya hingga pukul 22.00 WIB serta tingginya masih satu meter.

"Daerah ini rutin terdampak banjir, tapi sepertinya ini yang paling parah," ucapnya saat ditemui KLIKPOSITIF.

Riandy menyebut, banjir terjadi akibat luapan Banda Malang yang dapat kiriman banjir dari Kabupaten Agam dan tak ada korban jiwa akibat banjir ini.

"Banda tak sanggup menampung debit air akibat hujan deras dari hulu, akhirnya melimpah dan masuk ke pemukiman," lanjutnya.

Riandy menyebut, sebagian warga diungsikan menuju pos ronda terdekat sembari menunggu surutnya air dari Banda Malang yang hanya punya lebar 1,5 meter.

Pantauan KLIKPOSITIF hingga pukul 22.25 wib, belum terlihat tanda-tanda surutnya air sementara warga masih berkumpul di tempat lebih tinggi.

Beberapa warga terlihat sudah menyelamatkan barang-barang agar tak ikut terdampak banjir.

Tak hanya di Anak Aia, sejumlah wilayah lain seperti Jembatan Basi, Tarok, Mandiangin, dan Gurun Panjang juga sempat direndam air namun perlahan mulai surut. (Hatta Rizal)