Indonesia Akan Tingkatkan Kerja Sama Pembangunan Dengan Guyana dan Negara-Negara di Karibia

"pengalaman pengusaha minyak dan gas Indonesia dapat mendukung Guyana dalam mengembangkan sektor tersebut yang baru mulai dibuka"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menlu RI Retno Marsudi menyatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia mengerti tantangan pembangunan yang dihadapi negara-negara kepulauan di Karabia.

Hal itu disampaikannya dalam kunjungan resmi pertama Menlu RI ke Guyana dan Sekretariat CARICOM (Caribbean Community) sejak dibukanya hubungan diplomatik kedua negara, (18/5).

Dalam pertemuan dengan Presiden Guyana, David Arthur Granger, Menlu RI menyampaikan bahwa walaupum nilai perdagangan kedua negara terus meningkat dalam 3 tahun terakhir, nilai tersebut masih kecil dan belum merefleksikan peluang kerja sama bilateral kedua negara. Dalam kaitan ini Menlu RI mengusulkan 3 area prioritas kerja sama pembangunan kedua negara yaitu, pertama kerja sama ekonomi dan investasi dengan fokus bidang energi; kedua kerja sama lingkungan hidup; dan ketiga kerja sama teknis dan pengembangan kapasitas.

Terkait kerja sama energi, Menlu RI menyampaikan bahwa pengalaman pengusaha minyak dan gas Indonesia dapat mendukung Guyana dalam mengembangkan sektor tersebut yang baru mulai dibuka. Selain bidang minyak dan gas, Indonesia juga dapat mendukung upaya Guyana untuk memberikan nilai tambah dari industri ekstratif lainnya sesuai yang ingin dikembangan Presiden Guyana di sektor pengelolaan kayu, emas dan perikanan. “Industri ekstratif telah berkontribusi banyak kepada perekonomian Indonesia, dan Indonesia dapat membagi pengalamannya ke Guyana," tutur Menlu Retno.

Di bidang kerja sama lingkungan hidup, Menlu RI menyampaikan bahwa sebagai negara yang juga memiliki hutan yang luas, Indonesia dapat membagi pengalaman ke Guyana dalam pengeloaan hutan yang berkelanjutan. Dalam kaitan ini Menlu RI menyampaikan pengalaman Indonesia dalam melawan illegal logging dan mengembangan sertifikasi kayu sehingga dapat membuka akses pasar yang luas di Eropa. Hal serupa juga disampaikan Menlu RI terkait pengelolaan sumber daya laut khususnya dalam mengatasi IUU ... Baca halaman selanjutnya