Bulog Sumbar Siap Lepas 20 Ton "Terigu Kita" Untuk Operasi Pasar

"Aktivitas ibu-ibu rumah tangga membuat kue lebaran meningkat. Ini salahsatu faktor yang menyebabkan harga naik. Tapi itu masih wajar"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Harga tepung terigu di pasaran mulai merangkak naik, di Pasar Pagi Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang harga terigu berbagai merk mencapai Rp9.000 per kilogram. Padahal pertengahan Ramadan di Sumatera Barat (Sumbar), rata-rata dibanderol Rp8.000 per kilogram.

Menurut Kepala Bulog Divisi Regional Sumbar, Suharto Djabar, harga terigu naik karena permintaan meningkat. Apalagi di bulan Ramadan jelang Idul Fitri.

"Aktivitas ibu-ibu rumah tangga membuat kue lebaran meningkat. Ini salahsatu faktor yang menyebabkan harga naik. Tapi itu masih wajar,” katanya, di Padang, Sabtu, 26 Mei 2018.

Kendati demikian, Suharto Djabar memastikan, tak akan terjadi kekurangan stok terigu di Sumbar. Sebab, Bulog Sumbar masih memiliki cadangan tepung terigu sebanyak 20 ton, yang tersimpang di gudang-gudang di kabupaten/kota.

“Ibu-ibu jangan ketakutan terigu habis. Stok ada 20 ton, dalam waktu dekat datang lagi 6 ton. Kalau untuk harga terigu Bulog, Dijual Rp8.200 per kilogram. Terigu itu sudah kami kemas rapi, namanya Terigu Kita. Kalau ada yang minta operasi pasar untuk terigu, kami luncurkan ke lokasi,” ulasnya.

Suharto Djabar menambahkan, selain tepung terigu, kenaikan konsumsi masyarakat juga terjadi pada komoditas gula pasir dan minyak goreng. Akan tetapi, kedua komoditas itu tak mengalami kenaikan harga. Sebab pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertingginya.

Apalagi, untuk stok di daerah masih mencukupi. Untuk gula pasir, Bulog Sumbar memiliki stok 1.350 ton, dan minyak goreng 28.000 liter. (Joni Abdul Kasir)