Penumpang yang Bercanda Bom di Lion Air Ditetapkan Tersangka

"dengan ditetapkannya FN sebagai tersangka, petugas langsung melakukan penahanan karena dikhawatirkan melarikan diri."
Seorang penumpang Lion Air yang berinisial FN mengaku bawa bom dan langsung diamankan. Saat ini, dia sudah menjadi tersangka. (internet)

KLIKPOSITIF -- Polresta Pontianak menetapkan FN, salah seorang penumpang maskapai Lion Air sebagai tersangka kasus candaan bom pada Senin (28/5) malam yang berdampak menimbulkan kekacauan.

"Penetapan FN sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara dengan kesimpulan, bahwa perbuatan FN melanggar pasal 437 ayat (1) dan (2), UU No. 1/2009 tentang Penerbangan," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo di Pontianak, Rabu pagi seperti dilansir suara.com, jaringan Klikpositif Nasional Network (KPNN).

Dia menjelaskan, dengan ditetapkannya FN sebagai tersangka, maka dia (FN) langsung dilakukan penahanan, karena dikhawatirkan melarikan diri. Gelar perkara, kata Nanang, dilakukan pada Selasa malam (29/5) sekitar pukul 19.30 WIB bertempat di ruang kerja kasat Reskrim Polresta Pontianak.

Adapun peserta gelar perkara tersebut, di antaranya, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli, kemudian Kasubdit PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, Budianto dan PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub serta beberapa tim penyidik dari Polresta Pontianak.

Sebelumnya, pada Senin malam, sekitar pukul 18.30 WIB, pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta, mengalami penundaan, karena salah seorang penumpang berinisial FN mengutarakan adanya bom kepada salah seorang pramugari Lion Air pada saat menaruh tas bawaannya di bagasi di cabin pesawat tersebut.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji mengimbau masyarakat Kalbar agar cerdas dan rasional dalam menyikapi candaan bom, seperti kasus FN pada Senin (28/5) malam sehingga terjadi kekacauan. Sehingga, menurut Dodi, barang-barang berbahaya yang bisa meledak misalnya pasti tidak bisa lolos, karena telah melalui mesin x-ray tersebut. (*)