Polisi Akan Libatkan Ahli Selidiki Video Porno Diduga Anggota DPR

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Polisi masih menyelidiki beredarnya rekaman video porno di media sosial yang diduga diperagakan anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo dengan dua orang perempuan.

"Anggota masih bekerja kita masih melakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (30/5/2018).

baca juga: Habib Aboebakar Sayangkan Dua Kado Pahit di Hari Lahir Pancasila

Menurut Argo, penyelidikan kasus video mesum berjudul 'Aryodj di Apartemen' mulai dilakukan setelah polisi membuat laporan model A. Sejauh ini, kata dia, belum ada laporan yang disampaikan masyarakat ke polisi sejak video mesum diduga Aryo merebak di dunia maya.

"Belum terima laporan, polisi menyelidiki aja," katanya.

baca juga: Hidayat Nur Wahid Imbau WNI di AS Tetap Waspada

Argo menambahkan, polisi akan turut melibatkan ahli guna memastikan apakah pria yang berada di video syur itu identik dengan Aryo atau bukan.

"Ya lihat perkembangan berikutnya," tukasnya.

baca juga: Kabar Baik, Satu Lagi Pasien Asal Lima Puluh Kota Sembuh COVID-19

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah sosok lelaki yang menjadi bintang video porno ‘Aryodj di Apartemen’ adalah angggota DPR RI dari partainya.

Riza mengatakan beredarnya video porno karena bertepatan dengan tahun politik. Dia memprediksi itu hanya untuk menjatuhkan kredibilitas partainya.

baca juga: Legislator: Standar Protokol Covid-19 harus diaplikasikan dalam Pilkada Serentak 2020

"Soal video itu, sudah berkali kali kami sampaikan bahwa itu tidak benar, tidak betul, fitnah. Kami memahami ini tahun politik. Jadi di tahun politik itu semuanya ada saja yang di ekspose ke publik ke media," ungkapnya, Senin (28/5/2018).

Dalam video yang menghebohkan warganet berdurasi 2 menit 35 detik. Dalam video itu memperlihatkan seorang laki-laki yang diduga Aryo dengan dua wanita tanpa mengenakan busana.

Perihal hal ini, dia meminta publik tidak memakan mentah-bentah berita soal video porno itu.

“Masyarakat bijak melihat semua pemberitaan. Harus teliti, harus cermat dan tidak ditelan mentah-mentah," pintanya. (*)

Sumber: Suara.com

Penulis: Eko Fajri