Ribuan Guru Honor di Pessel Tidak Terima THR Tahun Ini

"berbeda dengan guru dan sopir kontrak, khusus untuk pasukan kuning atau petugas kebersihan di daerah ini yang menerima honor sebesar Rp76 ribu per hari bakal menerima THR"
ilustrasi (internet)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 1.250 jumlah guru honor di Kabupaten Pesisir Selatan tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran tahun ini. Sebab, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tidak menganggarkannya dalam alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kabid Perbendaharaan DPKD Pessel, Mulyani menyebutkan, untuk sejumlah tenaga guru honor yang dikontrak di daerah ini hanya dianggarkan gaji 12 bulan. Sementara, untuk bonus lebaran (THR) atau gaji ke-13 tidak sama dengan sejumlah PNS.

"Gaji 1.250 orang guru kontrak di Pessel dengan besaran Rp750 ribu per bulan dan hanya dialokasikan untuk 12 bulan. Demikian juga dengan honor sopir sebesar Rp1.750.000 dan tidak mendapatkan gaji ke-13 sebagai pengganti THR pada Lebaran," sebut Mulyani, Rabu 30 Mei 2018.

Dia menjelaskan, berbeda dengan guru dan sopir kontrak, khusus untuk pasukan kuning atau petugas kebersihan di daerah ini yang menerima honor sebesar Rp76 ribu per hari bakal menerima THR. Tapi, dia tidak menjelaskan berapa nominalnya.

"Petugas kebersihan bisa bernapas lega menghadapi Lebaran. Bantuan THR dapat disalurkan melalui anggaran yang ada, sesuai dengan ketentuan dan aturan berlaku. Pencairannya akan dilakukan menjelang Lebaran," terangnya.

Sedangkan, khusus bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pessel, pembayaran THR yang bersumber dari APBD tetap berpedoman kepada aturan dan ketentuan berlaku sebagai mana surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 903/3386/SJ tanggal 30 Mi 2018.

Pembayaran THR bagi anggota DPRD Pessel adalah sebesar akumulasi dari uang representasi, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan selama 1 bulan. Ini berdasarkan kepada Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2016 terkait pemberian THR dan gaji ke-13 yang bersumber dari APBD.

[Kiki Julnasri Priatama]