Partai Nasdem Bakal Somasi Panwaslu Pasaman

"Pihaknya merasakan perlakuan yang tidak adil dari pihak Panwaslu saat penertiban APK"
Penertiban APK Partai Nasdem oleh Panwaslu Pasaman (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Pasaman, Sumbar akan mensomasi Panwaslu Pasaman, karena penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

Sekretaris DPD Nasdem Pasaman, Sarifuddin mengatakan, pihaknya merasakan perlakuan yang tidak adil dari pihak Panwaslu saat penertiban APK.

"Mayoritas baliho Nasdem yang ditertibkan oleh tim gabungan, sementara yang lainnya dari luar partai kami masih banyak (yang belum ditertibkan," katanya.

Baliho pengurus partai dan Bacaleg dari berbagai partai tersebut menurut dia, terpajang di sepanjang jalan dari Lubuk Sipaking menuju Kecamatan Rao. 

"Kenapa tidak dibuka baliho partai lain, banyak yang pakai logo partai dan ketua partai. Itukan melanggar, kenapa tidak dibuka, kepana baliho kami saja yang dibuka," ucap dia.

Dengan hal itu, Nasdem, katanya, merasa keberatan. Pasalnya setelah dikonfirmasi kepada Ketua Panwas Pasaman jawabannya tidak masuk akal.

"Kami diberi dengan alasan tidak cukup alat dan personil tidak pandai memanjat karena balihonya tinggi," ungkap Sarifuddin.

Sementara APK berupa baliho yang lebih tinggi milik Nasdem sebutnya malah ditertibkan. Dan justru sejumlah baliho yang berukuran rendah banyak yang tersisa. 

"Sangat kita sayangkan, penertiban selanjutnya belum jelas lagi kapan dilaksanakan. Semenatra baliho kita sudah ditertibkan, ini tidak adil," tuturnya.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita membantah bahwa pihaknya tembang pilih dalam menertibkan alat peraga kampanye.

"Tidak hanya baliho Nasdem saja yang ditertibkan, kami punya buktinya," kata Rini. Kendati begitu, ia tetap mempersilahkan langkah yang akan ditempuh partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu.

Di sisi lain, ia mengakui, memang terdapat sejumlah baliho yang tidak turunkan sewaktu penertiban. Sebab menurut laporan tim gabungan keterbatasan alat-alat.

"Sejauh ini, kita ... Baca halaman selanjutnya