Mudik Lebaran, Tidak Ada Kenaikan Ongkos Angkutan Umum di Sumbar

"Pemerintah tetap akan memberlakukan tarif batas atas dan batas bawah"
Ilustrasi (Banda Aceh Tourism)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar menegaskan, pemerintah tidak memberlakukan tuslah (tambahan ongkos) pada penumpang angkutan mudik-balik Lebaran 2018.

Namun sebagai gantinya, pemerintah tetap akan memberlakukan tarif batas atas dan batas bawah untuk angkutan penumpang kelas ekonomi.

Kepala Dishub Sumbar, Amran mengatakan, untuk tarif batas angkutan penumpang selama lebaran ditetapkan maksimal 30 persen dari tarif dasar.

Saat ini, tarif batas bawah angkutan penumpang berkisar Rp90 perkilometer per seat. Sementara, untuk tarif atasnya sekitar Rp120 perkilometer per seat.

"Jadi tidak ada istilah-istilah tuslah, karena tarif angkutan mudik lebaran ini sudah mengacu kepada tarif yang telah ditetapkan pemerintah. Contohnya ongkos ke Tapan (Pessel) Rp100.000 paling tinggi bisa dinaikkan sebesar Rp130.000, mengacu kepada 30 persen kenaikan," kata Amran, Rabu, 6 Juni 2018.

Dengan adanya batas atas dan batas bawah, Amran berharap, perusahaan otobis (PO) baik angkutan kota dalam provinsi dan angkutan kota antar provinsi (AKDP/AKAP) di Sumbar tidak boleh menaikkan tarif secara sepihak.

"Jika ada yang terbukti memberlakukan tuslah, yang bersangkutan akan ditindak tegas. Bisa saja dicabut izin usahanya, karena itu sama saja sudah melakukan pelanggaran," tegasnya.

Dilanjutkannya, jika ada masyarakat atau penumpang yang menemukan kenaikan dari tarif yang ditetapkan pemerintah, bisa melaporkan ke kantor Dinas Perhubungan Sumbar, Kabupaten dan Kota.

Hal itu bisa dilaporkan jika warga mencatat plat nomor kendaraan dan ciri-ciri kendaraan atau bisa juga dengan memfoto angkutan tersebut.

Menurut Amran, kondisi yang sama juga terjadi pada ... Baca halaman selanjutnya