Kemendag Pantau Harga Sembako di Sumbar

"Harga bahan pokok terbilang stabil dan tidak ditemukan kenaikan signifikan"
Pemnatauan harga sembako (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) melakukan pemantauan harga sembako di pasar-pasar di Seluruh Indonesia agar tidak terjadi kenaikan secara signifikan sehingga berpengaruh kepada inflasi.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Edward mengatakan di Sumbar dilakukan pemantau di beberapa pasar seperti di Pasar Bawah Bukittinggi, Pasar Raya Padang, Pasar Siteba dan Pasar Lubuk Buaya.

Menurutnya, dari pemantauan di beberapa pasar tersebut dapat disimpulkan harga bahan pokok terbilang stabil dan tidak ditemukan kenaikan signifikan. Kemudian juga tidak ditemukan indikasi penimbunan.

"Pasar Bawah Bukittinggi, dan Pasar Raya Padang stabil, karena harga beras, minyak goreng, tepung terigu semua masih tergolong stabil. Daging Rp 120.000, beli banyak bisa Rp110.000 kemudian pasokan ada, tidak ada indikasi penimbunan," jelasnya.

Dilanjutkannya, apabila ada pemermintaan dari pedagang dan pemerintahan daerah, Bulog siap menyuplai barang di pasar-pasar. "Kami berusaha agar harga stabil dan inflasi seperti tahun lalu," ujarnya.

Diprediksi tidak ada kenaikan menjelang lebaran sepanjang pasokan ada. Kemudian pedagang juga sulit untuk menaikkan harga secara masif sebab selalu di pantau Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). "Bulog selalu stanby," ulas Dodi.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang terlibat dalam pemantauan harga pasar mengatakan, untuk menjaga harga tetap stabil pemerintah daerah dari awal puasa selalu melakukan pemantauan di pasar yang berpotensi terjadi kenaikan.

"InsyaAllah stabil tidak ada kenaikan yang begitu tinggi. Bawang merah Jumbo Rp30.000, super Rp25.000, bawang putih ... Baca halaman selanjutnya