Jangan Becanda Soal Bom di Pesawat

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pihak keamanan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menahan seorang oknum personel TNI AD karena becanda membawa bom kepada pramugari pesawat Wings Air yang berangkat dari Padang ke Jambi, Senin 11 Juni 2018 sore kemarin.

Diketahui, personel TNI yang berinisial NS berpangkat Serdadu Dua (Serda) tersebut mengaku telah membawa dan menyimpan sebuah bom di dalam kardus yang ditaruh di sebelahnya dalam pesawat yang mengangkut 72 penumpang itu.

Serda NS kemudian ditahan dan diperiksa oleh petugas keamanan gabungan dari Aviation Security, TNI dan Kepolisian. Saat diperiksa pertugas, NS mengaku pernyataan bom tersebut hanya becanda, dan setelah diperiksa ternyata benar, isi kardus yang dibawanya tersebut hanya berisi paket makanan TNI.

Baca Juga

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 pasal 437, tindakan yang dilakukan NS diduga telah membahayakan penerbangan. Executive General Manager PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Dwi Ananda Wicaksana mengaku setelah sempat ditahan, Serda NS juga menjalani pemeriksaan lebih lanjut di satuannya.

"Ia kemudian dibawa ke Polisi Militer untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Sementara kami belum mengetahui hasilnya," katanya pada KLIKPOSITIF .

Baca Juga:  Mengaku Bawa Bom di Pesawat, Seorang Personel TNI Ditangkap

Pasal 437 itu sendiri merupakan turunan dari pasal 344 huruf D UU nomor 1 tahun 2009 yang berbunyi, "Membawa senjata, barang dan peralatan berbahaya, atau bom ke dalam pesawat udara atau bandar udara tanpa izin."

Kemudian huruf E dengan bunyi, "Menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan." Pasal-pasal tersebut kemudian menjadi landasan pihak keamanan BIM untuk menahan NS.

Hanya saja, Dwi menjelaskan bahwa untuk penanganan hukum tergantung seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh pelaku candaan bom atau Bomb Joke. "Jika menimbulkan kepanikan, maka si pelaku beresiko hukum berat," ujarnya.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 pasal 437 tadi, hukuman atas perbuatan tersebut dibagi menjadi tiga kategori. Pertama yakni pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun, atas tindakan menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sesuai dengan pasal 344.

Kedua adalah, jika informasi tersebut telah mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun. Kemudian yang ketiga, jika tindakan tersebut mengakibatkan matinya orang, maka pelaku dipidana penjara paling lama 15 tahun.

"Itu rinciannya, tapi untuk yang kasus ini, oknum ini tetap disangkakan atas pelanggaran UU tersebut. Namun karena tindakan yang dilakukan pelaku tidak begitu berdampak, maka kami serahkan ke POM," jela Dwi kemudian.

Namun demikian, sejauh ini sebutnya tidak ada gangguan ataupun komplain dari penumpang soal pernyataan Serda NS, dan semua penerbangan di H-3 mudik lebaran 2018 ini masih berlangsung aman.(*)

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com