Jamaah Naqsabandiyah Sumbar Mulai Lebaran Besok

"Mereka punya perhitungan sendiri dalam menetapkan 1 Ramadan dan 1 Syawal"
Takbiran jamaah Naqsabansiyah (KLIKPOSITIF/Muhamad Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Jamaah Naqsabandiyah Sumatera Barat menggelar hari raya Idul Fitri dua hari lebih cepat dari ketetapan pemerintah yang baru akan melaksanakan pemantauan hilal dan sidang Isbat pada Kamis, 14 Juni 2018 mendatang.

Puluhan jamaah Naqsabandiyah yang terpusat di musala Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Kota Padang tampak telah melaksanakan takbiran sebagai tanda masuknya 1 Syawal 1439 Hijriah pada Selasa, 12 Juni 2018 malam.

Didatangi sekitar pukul 20:30 WIB, tampak puluhan jamaah tersebut berkumpul dan mengumandangkan takbir di masjid yang telah berusia puluhan tahun itu.

Pimpinan tarekat Naqsabandiyah Sumbar, Buya Syafri Malin Mudo mengatakan, mereka punya perhitungan sendiri dalam menetapkan 1 Ramadan dan 1 Syawal, sehingga tidak pernah sama dengan pemerintah.

"Malam ini kami takbiran, besok jemaah sudah menggelar salat Id," katanya. Ia menjelaskan, penetapan 1 Syawal jemaah Naqsabandiyah menggunakan metode Hisab Munjid, dimana perhitungannya menggunakan dasar penetapan tahun-tahun sebelumnya.

"Sebelumnya 1 Ramadan kami jatuh tanggal 14 Mei, sehingga jika dihitung dari awal Ramadan lalu, sekarang tepatnya 1 Syawal karena kami sudah menjalankan puasa selama 30 hari," tambah dia.

Menurutnya, metode ini diambil dari kitab Munjid yang diperkenalkan oleh Syekh Muhamad Thaib di awal abad 20 lalu. Dengan pengetahuan dari kitab itulah, kata dia, Naqsabandiyah melakukan penetapan Ramadan dan bulan Syawal.

Selain di Kota Padang, takbiran sebut Syafri juga dilaksanakan serentak oleh seluruh umat Naqsabandiyah di Sumatera Barat yang tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan, dan Agam.

"Jumlahnya sekitar 5000 jamaah,"pungkasnya kemudian.

[Muhamad Haikal]