Danau Maninjau Nasibmu Kini

"Objek wisata yang sejogjanya menjadi incaran bule (wisatawan mancanegara) itu kini seperti danau mati"
Pemandangan yang ada di sekitar Danau Maninjau. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

Nasib Danau Maninjau menjadi tragis sejak kerusakan air danau tersebut. Objek wisata yang sejogjanya menjadi incaran bule (wisatawan mancanegara) itu kini seperti danau mati, ibaratnya kampung yang ditinggal tuannya.

Joni Abdul Kasir - MANINJAU

Dulu (sekitar 7 tahun lalu), Danau Maninjau menjadi primadona para bule, bahkan resort di sekitar danau penuh hampir setiap hari. Orang asing dengan rambut pirang, mata biru dan badan tinggi besar juga begitu, berkeliling sekitar jalan danau demi menikmati indahnya alam. Namun, kini tak tampak lagi jejak mereka.

Mereka kadang tampak riang dan mandi-mandi di danau sembari menikmati dingin serta beningnya air danau. Begitulah dituturkan Muhammad Fitra (29 tahun), warga Kenagarian Koto Kaciek, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam-Sumbar.

Kerusakan danau pun semakin booming, sehingga tidak ada lagi celah yang memikat para wisatawan untuk berkunjung. Padahal menurutnya, masih banyak yang bisa dinikmati di danau seperti, wisata keliling danau menggunakan boat atau perahu.

"Jika sudah ke tengah, banyak yang bisa dinikmati. Adanya spot-spot bukit yang mengelilingi danau bahkan susunan keramba juga bisa menjadi objek foto bernilai jual. Kemudian di tengah bisa menyaksikan danau secara keseluruhan," ujarnya, Sabtu 16 Juni 2018 saat mengajak KLIKPOSITIF keliling danau dengan perahu kecil.

Isu kerusakan pun lebih besar daripada pemandangan Danau Maninjau pasca rusak. Mirisnya, kerusakan yang tampak di danau tak jua kunjung diperbaiki dan ujung-ujungnya keramba dijadikan kambing hitam.

Masih banyak yang bisa dinikmati di Danau Maninjau. Mulai dari keramba, burung bangau yang bermain di sekitar danau hingga bukit-bukit yang mengelilingi danau. "Tradisi unik juga banyak disini mulai dari Rakik-rakik Malam Takbiran, Simuntu dan tradisi lain yang hingga kini dipegang teguh masyarakat," ungkap Fitra.

Sekarang, hanya pariwisata Muko-muko yang manjadi ... Baca halaman selanjutnya