DPR RI Ingatkan Pemerintah Waspada Dampak Besaran Hutang BUMN

"Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara"
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. (internet)

KLIKPOSITIF -- Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan mengingatkan pemerintah agar mewaspadai dampak besaran hutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disebut sudah menembus angka diatas Rp4.800 triliun.

Besaran utang ini bisa berdampak serius dan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Upaya pemerintah yang memisahkan utang negara dengan utang BUMN memang untuk mengecilkan beban utang negara.

"Tapi jika utang BUMN gagal bayar, tentu akan menjadi beban negara yang harus mengambil dari APBN,” kata Taufik seperti dilansir dari laman suara.com, jaringan Klikpositif Nasional Network (KPNN).

Taufik menilai, upaya pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur melalui utang, lama-kelamaan akan menjadi bom waktu bagi APBN. Apalagi sebagian besar merupakan utang jangka pendek, sehingga BUMN harus dipacu untuk mengembalikan utangnya.

Di tengah kondisi global yang menuju keseimbangans baru ini, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola keuangan negara. Dampaknya dinilai akan ke ekonomi domestik juga, seperti melemahnya kurs rupiah.

"Jika melemah, BUMN akan semakin berdarah-darah dalam kaitan mengembalikan utangnya,” tandas politisi PAN itu.

Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 triliun atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang 2014 sebesar Rp3.488 triliun. Dalam kondisi seperti ini, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp5.253 triliun sepanjang tahun ini. (*)