Amerika Serikat Keluar dari Dewan HAM PBB Demi Bela Israel

Nikki Haley
Nikki Haley (AP Photo)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Amerika Serikat mengecam tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh Dewan Hak Asasi Manusia ( HAM ) Persatuan Bangsa-Bangsa terhadap Israel .

Diskriminasi itu bagi AS, diaplikasikan Dewan HAM melalui 'Prasangka Tiada Akhir' bagi negara yang berkonflik kepanjangan dengan Palestina itu.

baca juga: Donald Trump Larang Pelancong Brasil Masuk AS

Atas tindakan tersebut, Amerika Serikat kemudian memutuskan untuk keluar dari Dewan HAM karena anggota dewan cukup munafik atas prasangka itu.

"Sudah terlalu lama Dewan HAM menjadi pelindung bagi pelanggar HAM , dan pelimbahan biar politik. Sayangnya, sekarang sudah jelas bahwa seruan kami untuk melakukan perubahan tidak diindahkan," kata Dubes AS untuk PBB , Nikki Haley.

baca juga: Dituduh AS Memanfaatkan Corona, Ini Kata PBB

Ia menyampaikan keputusan itu bersama Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Mereka berdua menyebutkan bahwa, AS akan tetap menjadi pembela utama HAM .

Hanya saja bagi banyak pihak, keputusan tersebut akan merefleksikan permusuhan Presiden Donald Trump secara umum terhadap badan dunia itu dan terhadap diplomasi multilateral pada umumnya.

baca juga: Sekjen PBB: Virus Mikroskopis Telah Membuat Kita Bertekuk Lutut

Haley menambahkan bahwa keputusannya tersebut diambil demi perubahan di Dewan HAM sendiri, agar bisa lebih tegas terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran.

"Reformasi ini diperlukan untuk membuat dewan ini menjadi pendukung serius HAM ," ujar Haley.

baca juga: Ratusan Pengungsi Rohingya Terombang Ambing di Lautan

Badan yang bermarkas di Jenewa ini didirikan pada 2006 untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia, tetapi pernyataan dan laporannya sering bentrok dengan prioritas AS.

Secara khusus, fokus dewan pada perilaku Israel terhadap warga Palestina di wilayah yang didudukinya di Tepi Barat dan di Gaza telah membuat marah Washington.

Tapi, seperti ditekankan oleh Haley, Washington juga percaya bahwa mereka tidak bisa mengkritik pelanggaran yang bahkan mencolok oleh lawan-lawan AS seperti Venezuela dan Kuba.

"Negara-negara telah berkolusi satu sama lain untuk merusak metode pemilihan anggota saat ini," kata Pompeo.

"Dan bias yang terus menerus dan terdokumentasi dengan baik terhadap Israel adalah rendah budi," katanya.

"Sejak pembentukannya, dewan telah mengadopsi lebih banyak resolusi yang mengutuk Israel daripada melawan bagian dunia lainnya yang digabungkan," tambahnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik langkah AS, dan mencap dewan itu sebagai organisasi yang mengkhianati Hak Asasi Manusia dan tentu Anti- Israel .

"organisasi yang bias, bermusuhan, anti- Israel yang telah mengkhianati misinya melindungi hak asasi manusia ," sebut Netanyahu.

Keputusan Amerika Serikat sendiri kemudian disesalkan oleh PBB .

"Arsitektur hak asasi manusia PBB memainkan peran yang sangat penting dalam promosi dan perlindungan hak asasi manusia di seluruh dunia," pungkas Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.(*)

Sumber: Antara

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa