Ini Kronologis Penembakan 5 Orang Rimba Jambi

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

JAMBI, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Resor Bungo, Jambi memaparkan kronoligis dan penyebab penembakan 5 oranr warga Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) Selasa, 19 Juni 2018 kemarin.

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morais mengatakan, penembakan tersebut berawal dari kerusuhan dua kelompok Suku Anak Dalam itu.

Sebelum kejadian itu, pada saat hari Lebaran pertama atau tepat pada hari raya Idulfitri, Jumat (15/6/2018), kelompok Orang Rimba dari kelompok Merangin di Kabupaten Merangin datang ke kelompok Orang Rimba Pasir Putih di Kecamatan Pelepat untuk bersilaturahmi.

Baca Juga

"Lalu ada SAD (Suku Anak Dalam) Merangin mengejek SAD Pasir Putih. SAD Pasir Putih tidak terima," katanya.

Menurut laporan Suara.com-Jaringan Klikpositif News Network (KPNN), anggota Polsek Pelepat kemudian datang ke lokasi atas informasi dari Rio (Kepala Desa) Pasir Putih.

Baca Juga:  Konflik Antar Kelompok, Polisi Tembak 5 Orang Rimba Jambi

Polisi saat itu mengimbau agar kelompok Orang Rimba di Pelepat tidak melakukan penyerangan. Namun mereka minta denda kepada kelompok Orang Rimba yang datang dari Merangin.

Lantas, aparat Polsek Pelepat melakukan penggalangan dana kepada Orang Rimba dari Merangin sebagai pembayaran denda.

Namun, kelompok Merangin merasa tidak pernah mengejek dan tidak mau membayar denda. Kelompok ini juga menolak upaya mediasi bersama Polsek dan Camat Pelepat.

Karena aparat Polsek belum bisa mendatangkan pelaku pengejekan dari Orang Rimba Merangin sekaligus membayar denda.

Oleh Orang Rimba kelompok Pasir Putih hal itu dianggap Polsek sudah berpihak kepada kelompok Orang Rimba Merangin.

"Alasan itu lah yang membuat SAD Pasir Putih menyerang Polsek Pelepat," kata Jose.

Ia menyebutkan, pada saat penyerangan, ada sekitar 40 hingga 50 Orang Rimba. Puluhan Orang Rimba, kata dia, merusak kantor Polsek bahkan mau membakarnya.

Dalam kondisi terjepit, aparat Polsek Pelepat terpaksa melepaskan tembakan peringatan. Namun upaya itu tidak diindahkan Orang Rimba.

Hingga akhirnya lalu polisi melumpuhkan lima orang dengan tembakan dan kena di kaki. Menurut dia, dilumpuhkan karena Orang Rimba mengancam dan menggunakan kayu, batu dan kecepek (senjata rakitan).

"Maka langkah polisi sudah benar dan profesional," pungkasnya kemudian.

Kemudian oleh petugas, korban yang tertembak itu sudah dibawa ke RSUD Hanafie, Kota Bungo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa