Dua Napi Kabur Dari Lapas Narkotika Sawahlunto

"Mereka kabur menggunakan beberapa kain sarung yang disambung sebagai alat untuk memanjat pagar tembok"
Kalapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Nasir memperlihatkan pagar yang dipanjat oleh kedua napi yang kabur Minggu (KLIKPOSITIF/Muhamad Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Dua warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto melarikan diri pada Minggu 24 Juni 2018. keduanya kabur dengan memanjat pagar tembok setinggi 5 meter.

Diketahui kedua narapidana (Napi) tersebut bernama Aswadi Lubis (39) dan Efrizal Lubis (27). Keduanya merupakan Napi kasus penyalahgunaan narkotika dengan putusan pidana selama 9 Tahun 6 bulan dan sudah menjalani masa hukuman selama 1 tahun yang ditangkap di Talu, Pasaman Barat.

Kalapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Nasir mengatakan, mereka kabur menggunakan beberapa kain sarung yang disambung sebagai alat untuk memanjat pagar tembok setinggi kurang lebih 5 meter.

Mereka kabur saat pengecekan sebelum petugas melaksanakan apel pergantian shift sore ke shift malam, saat itulah petugas tidak menemukan keduanya.

"Kedua Napi tersebut diketahui kabur oleh petugas sebelum apel sore, sebelumnya kedua Napi meminta izin untuk salat Ashar ke masjid," katanya pada KLIKPOSITIF.

Mengetahui kedua Napi kabur, petugas segera menyisir terhadap hingga mengetahui kedua Napi kabur melalui pagar di samping Mushalla.

"Mereka menembus dua pagar, pagar kawat tranparan dan pagar tembok yang tinggi, selanjutnya mereka menggunakan kain sarung yang disambung untuk mempermudah mereka memanjat dan turun," tambahnya.

Nasir melanjutkan sewaktu Napi melarikan diri saat itu petugas penjaga cuma ada tiga orang, yang merupakan satu komandan dan dua anggota.

"Cuma ada tiga petugas, sudah kami periksa secara internal dan barusan perintah dari Kanwil Kemenkumham Sumbar harus diberi sanksi," ungkap Nasir.

Kendati begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres Sawahlunto untuk mengejar kedua Napi tersebut.

"Dari semalam kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Sawahlunto untuk mengejar keduanya," pungkas dia kemudian.

[Muhamad Haikal]