Penerbangan di Bali Batal, Ratusan Wisatawan Kehabisan Bekal

Suasana terkini di Bandara Ngurah Rai, Bali.
Suasana terkini di Bandara Ngurah Rai, Bali. (suara.com)

KLIKPOSITIF -- Dampak erupsi Gunung Agung di Bali benar-benar membuat bingung sejumlah wisatawan yang akan terbang pulang ke negaranya masing-masing. Ini yang dialami serombongan mahasiswa asal Malaysia di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dilansir dari suara.com, jaringan KLIKPOSITIF , rombongan mahasiswa dari Internasional Islamic University Malaysia ini terpaksa menginap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena kehabisan bekal saat akan pulang ke negeri tetangga itu.

baca juga: AP II Jalankan Protokol COVID-19 di BIM, Sejumlah Penumpang Batal Berangkat menuju Soetta

Mereka menginap setelah sebelumnya ratusan penerbangan ditutup hingga 16 jam ke depan akibat dampak erupsi Gunung Agung sejak dua hari terakhir.

Mahasiswa Malaysia yang berwisata di Bali , Zaid mengatakan, terpaksa bertahan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena uang yang dimiliki saat ini sudah menipis. Zaid bersama tujuh orang temannya ini tidur beralasakan kain sarung di lantai dua Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai .

baca juga: Pesawat Dilarang Angkut Penumpang, Gubernur: Kargo Dibolehkah, Sumbar Butuh Pengiriman APD

"Seharusnya kami berangkat kemarin sore sekitar pukul 16.00 WITA menggunakan Air Asia. Tapi, batal terbang katanya akibat ada abu vulkanik. Gunung di Bali ada yang meletus," kata Zaid di Bandara Ngurah Rai , Badung, Jumat (29/6).

Dia mengaku, tahu bandara ditutup dari pihak maskapai penerbangan . Meskipun begitu, dia tidak mendapatkan fasilitas apapun dari maskapai maupun bandara. "Rencana kita menunggu saja di bandara. Tidak ada rencana balik ke hotel karena uang kita sudah menipis," kata Zaid.

baca juga: Bukan dari Gunung Anak Krakatau, Ini Sumber Suara Dentuman yang Terdengar Hingga ke Depok

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri terlihat sejumlah wisatawan memilih menunggu di area bandara. Ada yang tiduran, duduk di restoran dan makan. Ada juga yang antre untuk membuat jadwal ulang penerbangan .

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelumnya sudah mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) tertanggal 29 Juni 2018 yang ditujukan kepada seluruh maskapai dan bandar udara di dunia terkait penutupan kegiatan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dikarenakan dampak debu vulkanik (volcanic ash) erupsi Gunung Agung .

baca juga: BMKG Jelaskan Hal Ini Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penutupan Bandara Ngurah Rai dijadwalkan mulai Jumat (29/6) pukul 03.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA. Untuk pembaharuan informasi perkembangan kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, masyarakat diharapkan menghubungi hotline (0361) 9351011 ext. 5055, call center PT. Angkasa Pura I (Persero) di 172.

Untuk dapat memantau akun social media Twitter di @AngkasaPura172 dan @baliairports serta akun Instagram di @ngurahraiairport. (*)

Penulis: Agusmanto