Nunggak Rp 140 Ribu, Aliran Listrik Kantor Wali Nagari di Pasaman ini Diputus PLN

"Ya benar, aliran listrik ke kantor kami diputuskan pihak PLN tanpa pemberitahuan. "
Ilustrasi (Net)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Aliran listrik di Kantor Wali Nagari Sundata Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman-Sumbar diputus PLN Lubuk Sikaping, Sabtu 30 Juni 2018 sore.

Aliran listrik tersebut diputuskan pihak PLN karena Pemerintah Nagari Sundata menunggak tagihan listrik selama dua bulan. Yakni bulan Mei dan Juni 2018, totalnya hanya sekitar Rp140 ribu.

"Ya benar, aliran listrik ke kantor kami diputuskan pihak PLN tanpa pemberitahuan. Saya juga terkejut kenapa hari libur pemutusannya," kata Wali Nagari Sundata, Rio ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Sabtu malam.

Menurut Rio, Pemerintah Nagari memang menunggak dua bulan. Karena pihaknya membayar listrik sekali tiga bulan. Namun saat ini baru dua bulan langsung diputus.

Pihaknya sangat menyesali tidak ada pemberitahuan secara tertulis soal pembayaran dari pihak PLN Lubuk Sikaping.

Sementara itu petugas eksekusi pemutusan aliran listrik PLN Lubuk Sikaping, Era mengatakan, pemutusan aliran listrik di Kantor WaliNagari Sundata disaksikan pegawai kantor wali nagari dan masyarakat.

"Mereka sudah menunggak dua bulan, makanya diputuskan aliran listriknya. Kalau soal hari libur, tidak ada kaitannya dengan pemutusan. Dan ini sudah sesuai dengan aturan atau SOP PLN," ujar Era.

Ia hanya menjalankan perintah pimpinan untuk eksekusi pemutusan aliran listrik. Soal pemberitahuan, pihak PLN pasti memberitahu setiap bulannya dengan surat tagihan.

"Pemasangan dilakukan kembali setelah mereka melakukan pembayaran ke kantor PLN Lubuk Sikaping," sebutnya.

[Man St Pambangun]