10 ASN di Sawahlunto Terindikasi Tak Netral Saat Pilwako

"ketidaknetralan ASN Kota Sawahlunto itu paling rendah dari empat daerah di Sumbar yang melaksanakan Pilkada 2018"
Pj. Walikota Sawahlunto, Abdul Gafar. (KLIKPOSITIF/Muhammad Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 10 aparatur sipil negara (ASN) Kota Sawahlunto terindikasi tidak netral selama proses pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Sawahlunto 27 Juni 2018 lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pj. Walikota Sawahlunto, Abdul Gafar. Namun, dia mengatakan, ketidaknetralan ASN Kota Sawahlunto itu paling rendah dari empat daerah di Sumbar yang melaksanakan Pilkada 2018.

"Alhamdulillah, pelaksanaan Pilwako Sawahlunto berjalan dengan baik. Dalam hal pelanggaran ASN selama proses tersebut kita paling rendah di Sumbar dari empat daerah yang mengikuti," katanya saat jumpa pers di Balaikota Sawahlunto, Senin 2 Juli 2018.

"ASN yang terindikasi tidak netral sudah dipanggil oleh Panwaslu Kota Sawahlunto, 1 orang diantaranya kasus berat dan 9 sisanya ringan. Semua sudah dipanggil," sambungnya.

Abdul Gafar menambahkan, seorang ASN teridentifikasi pelanggaran berat tersebut informasinya menggunakan media sosial dengan mendukung calon petahana. Saat ini, sanksi yang akan diberikan kepada ASN tersebut menunggu keputusan Panwaslu Sawahlunto yang diteruskan ke Komisi ASN.

"Tingkat kesalahannya diputuskan oleh Panwaslu Sawahlunto kemudian diteruskan ke Komisi ASN. Kita menunggu saja apa keputusan dari Komisi ASN," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Gafar mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali membangun bersama Sawahlunto setelah Pilwako berlangsung.

"Kepada seluruh masyarakat mari mempertahankan kondisi Sawahlunto yang aman dan kondusif. Mari kita lupakan perbedaan dalam Pilwako lalu, dukung Walikota dan Wakil Walikota yang menang untuk membangun Sawahlunto," tutupnya.

[Muhammad Haikal]