Wagub: Hawari Siddik Meninggal, Kehilangan Besar Dunia Pendidikan Sumbar

"Beliau juga ketua Panitia Monumen Pesawat Avro Anson yang merupakan kapal terbang pertama yang dibeli dari sumbangan emas rakyat Sumatera Barat, di Gadut, Tilatang Kamang, Agam, Sumbar."
Drs.H.Hawari Siddik (77) (Facebook)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Meninggalnya mantan pamong senior Drs.H.Hawari Siddik (77), pada Selasa (10/7), sekitar pukul 08.00 WIB di Kota Bukittinggi, meninggalkan duka bagi masyarakat Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar Narsul Abid, saat di hubungi Klikpositif mengatakan, meninggalnya beliau adalah kehilangan bagi dunia pendidikan di Sumatera Barat, sebeb beliau begitu fokus dan berkomitmen dalam dunia pendidikan ini.

"Beliau merupakan sosok yang patut menjadi panutan. Saya mengenal beliau karena sama-sama tergabung di Yayasan Indonesia Raya, yang berkomitmen dalam dunia pendidikan," kata Nasrul Abid.

Ia menambahkan, sebab itu saya lebih mengenal beliau dari yayasan, bukan dibidang pemerintahan. Yang jelas sepengetahuan saya beliau adalah orang yang kritis dan memiliki pengetahuan luas, sangat objektif dalam memberikan kritikan. Beliau juga merupakan pembina kami di yayasan.

"Ini merupakan satu kehilangan bagi Sumatera Barat. Tokoh Sumbar yang patut jadi panutan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Hawari Siddik St Rajo Bungsu (Cadiak Pandai Nagari Kurai), semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Asisten III Setdaprov sumbar.

Jasa beliau cukup banyak bagi Sumbar dan Bukittinggi. Beliaulah yang menetapkan tagline Kota Wisata Bukittinggi. Beliau juga ketua Panitia Monumen Pesawat Avro Anson yang merupakan kapal terbang pertama yang dibeli dari sumbangan emas rakyat Sumatera Barat, di Gadut, Tilatang Kamang, Agam, Sumbar. (*)