Terpidana Kasus Korupsi "Berkeliaran", Ini Kata Kemenkumham Sumbar

"Yusafni keluar setelah diberikan izin oleh regu jaga yang saat itu bertugas. Izin diberikan atas kemanusiaan, yakni izin berobat."
Kemenkumham Sumbar memberi klarifikasi terkait terpidana kasus korupsi berada di luar lapas (Cecep/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso, mengaku kecolongan terpidana kasus korupsi Yusafni Ajo bisa "berkeliaran" tanpa sepengetahuannya.

Dwi mengaku, Yusafni keluar setelah diberikan izin oleh regu jaga yang saat itu bertugas. Izin diberikan atas kemanusiaan, yakni izin berobat.

"Makanya saya bilang, bahwa kekecewaan saya bahwa seharusnya 1x24 jam, petugas yang berikan izin harus lapor ke karutan. Hari itu, saya sedang raker di Jakarta. Karutan juga sedang raker. Jadi mungkin dalam kondisi darurat, petugas kami berikan izin tanpa melalui Kakanwil," ungkapnya, Selasa 10 Juli 2018 di kantor Kemenkumham.

Terkait tidak adanya pengawalan, Dwi berkilah izin diberikan, karena telah ada jaminan dari pihak keluarga.

"Bukan bebas, namun minta izin. Jangan ngomong bebas. Dia bisa diberikan izin keluar asal keluarga menjamin. Kami tak bisa berikan pengamanan karena petugas kami juga kurang. Kalau satu mengawal terus ya pengawal di dalam kurang. Jadi kami percayakan kepada keluarga. Alhamdulillah keluarga sportif," kilahnya.

Menurutnya, izin berobat tersebut diberikan pada Jumat 6 Juli 2019 malam. Sementara untuk foto yang beredar berkemungkinan terjado pada Sabtu siang.

"Lokasinya di Padang Panjang, mau keluar Padang Panjang tikungan pertama. Mau balik ke rutan. Sabtu malam sudah di rutan," ujarnya.

Dwi menegaskan, kasus tersebut murni izin keluar, tanpa ada unsur apapun seperti uang, dan politik.

"Kami komitmen dan saya tegaskan tidak ada unsur uang di sini. Karena petugas hanya berani ambil kebijakan izin karena dia sakit. Jadi jangan dikaitkan dengan masalah politis lainnya. Ini pertama yang terberat yang kami alami," pungkasnya.

[Cecep Jambak]