Harga Jengkol di Pekanbaru Tembus Rp1500 Per Biji

"Pedagang bahkan mengaku tidak lagi menjual jengkol per kilo, namun per biji"
Ilustrasi Jengkol (Net)

PEKANBARU, KLIKPOSITIF -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mencatat, harga jengkol di ibukota Provinsi Riau tersebut melonjak tajam dalam kurun waktu sebulan belakangan.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan petugas Disperindag di Pasar Teratai, saat ini keberadaan jengkol langka dan sulit didapatkan. Sementara terkait harga, juga bervariasi. Tergantung besar dan kecilnya buah jengkol tersebut.

"Ada yang jual Rp8.000 per 15 biji, ada yang jual Rp10.000 per 10 biji, ada juga yang jual Rp15.000 per 10 biji," kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Juarman dilansir dari Riauexpose.com-jaringan Klikpositif.com.

Dari hasil penelusuran, untuk normalnya harga jengkol di kota itu berkisar antara Rp500 hingga Rp800 per biji. Jengkol yang dijual oleh pedagang di sejumlah pasar di Kota Pekanbaru berasal Aceh, Lampung, Sumatera Barat dan Jambi.

Menurut pantauan di Pasar Agus Salim, petugas juga menemukan harga jengkol yang melambung tinggi. Bahkan satu biji jengkol di pasar ini dijual seharga Rp1.200 hingga Rp1.500. Pedagang di Pasar Agus Salim mengaku mendapatkan pasokan jengkol dari Medan.

"Jengkol dibeli per karung oleh pedagang. Satu karung mereka beli seharga Rp 1,3 juta," sebut Juarman.

Dengan kenaikan harga tersebut, sejumlah pedagang bahkan mengaku tidak lagi menjual jengkol per kilo, namun per biji.

"Saya belinya di Medan. Biasanya di Sumbar, tapi sekarang sudah nggak ada lagi. Susah sekarang nyari jengkol. Makanya harganya terus naik," katanya.

Yanti membeli jengkol di Medan dalam kondisi masih berkulit. Dia membelinya langsung ke petani dengan harga Rp1,8 juta per karung. "Kalau ditimbang kira-kira satu karung itu beratnya sekitar 50 an kilogram," ujarnya.(*)